Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 21:13 WIB

BEI Ancam Coret BORN dari Anggota Bursa

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 11 Juli 2019 | 15:12 WIB
BEI Ancam Coret BORN dari Anggota Bursa
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengevaluasi terakhir kelangsungan usaha (going concern) PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), sebelum memutuskan penghapusan paksa (delisting) efek emiten energi dari papan perdagangan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia mengakui, pihaknya melakukan evaluasi terakhir terhadap nasib efek emiten tersebut. Hal itu setelah menerima jawaban pernyataan tertulis manajemen BORN tertanggal 9 Juli 2019.

"Ya betul, kita evaluasi dulu ya. Karena penyataan reminder lebih dari 24 bulan sudah disampaikan dan tanggapan (terakhir) mereka akan menjadi pertimbangkan kami," kata Nyoman di Gedung BEI Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Ia menambahkan, bursa akan kembali menyampaikan pertanyaan kepada BORN untuk mendapatkan jawaban terkait langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan.

"Kami ingin memastikan apa yang dilakukan ke depan terkait hal-hal dalam keterbukaan informasi yang cukup banyak yang belum terjawab," kata dia.

Dalam jawaban terakhir BORN mengakui kondisi terakhir tentang Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), anak usaha PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) masih belum ada perubahan.

Manajemen BORN melakukan upaya hukum lanjutan pada tanggal 27 Juni 2019, yakni AKT mendaftarkan permohonan penyelesaian sengketa terkait PKP2B secara sepihak oleh Kementerian ESDM melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Saat ini, BORN mengalami masa penghentian sementara transaksi efek sejak empat tahun lalu. Alasannya karena terganggunya kelangsungan usaha. Bahkan perseroan belum menyampaikan laporan keuangan akhir tahun 2018 sampai saat ini.

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) didirikan dengan nama PT Borneo Lumbung Energi tanggal 15 Maret 2006 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 15 September 2009.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk adalah PT Republik Energi & Metal, dengan persentase kepemilikan sebesar 59,50%. Untuk saham publik sebesar 40,5%.

Ruang lingkup kegiatan bisnis BORN adalah berusaha dalam bidang perdagangan, pembangunan, pertambangan, pengangkutan, jasa konsultasi bisnis, jasa konsultasi di bidang pertambangan, jasa konsultasi di bidang teknik engineering, dan jasa lainnya yang mendukung kegiatan pertambangan dan perdagangan barang tambang.

Anak Usaha (PT Asmin Koalindo Tuhup dan PT Borneo Mining Services) yang dimiliki BORN bergerak dalam bidang pertambangan batubara dan penyewaan alat berat.

Pada tanggal 16 Nopember 2010, BORN memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BORN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.423.000.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham saham dengan harga penawaran Rp1.170 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 26 Nopember 2010.

Komentar

x