Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 21:23 WIB

Perusahaan Besar Tak Butuh Pasar Modal?

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 11 Juli 2019 | 13:45 WIB
Perusahaan Besar Tak Butuh Pasar Modal?
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tren perusahaan untuk melepas sahamnya ke publik makin marak saja, hingga Juli 2019 sudah ada 32 perusahaan yang tercatat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tapi sayang, dari sebagian besar perusahaan yang Initial Public Offering (IPO) tersebut merupakan perusahaan kecil hingga menengah yang memiliki capital market dibawah Rp1 triliun bahkan Rp500 miliar, jarang perusahaan besar yang memiliki capital market diatas Rp2 triliun yang juga ikut meramaikan tren IPO ini. Terakhir hanya PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp11 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan IPO tidak hanya soal kebutuhan dana bagi perusahaan, tapi lebih dari itu.

"Ada hal lain terkait reputasi bisnis dimana perusahaan tercatat bukan hanya bicara dana tapi pre- prepertation," kata Nyoman saat ditanya perusahaan besar belum ada niatan untuk IPO di BEI Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Nyoman berkelit bahwa BEI jarang berhasil membujuk perusahaan besar untuk IPO, Nyoman mengatakan BEI sudah melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan besar untuk IPO. Caranya dengan menggandeng asosiasi perusahaan seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

"Kita sudah lihat memetakan kerjasama dengan asosiasi kemarin sudah kita sampaikan asosiasi perusahaan Indonesia, Kadin, jadi jumlah potensi perusahaan kita itu besar. Siapa yang akan mulai masuk silahkan saja dan ini sudah dinilai dari perusahaan kecil dan menengah," kata Nyoman.

Tak hanya itu, otoritas Bursa lanjut Nyoman juga menggandeng regulator lain seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), underwriter hingga profesi penunjang untuk membujuk para perusahaan besar go-public.

"Yang bisa kita lakukan adalah meyakinkan dan menjawab," kata Nyoman.

Tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini menargetkan ada 75-100 perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Beragam sosialiasi agar lebih banyak perusahaan melantai di BEI dilakukan, termasuk berencana membuat aturan bagi perusahaan yang memiliki utang besar di perbankan untuk bisa melantai di Bursa.

Sebelumnya Ketua Umum Apindo, Haryadi Sukamdani menjelaskan, perusahaan hanya akan melakukan IPO bila memiliki tujuan. Setidaknya, ada dua tujuan IPO perusahaan, yakni karena butuh modal atau sifatnya strategis, semisal perusahaan merupakan perusahaan keluarga agar lebih baik tata kelolanya. [hid]

Komentar

x