Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 16:39 WIB

Perusahaan Kecil Saja Berani IPO, Yang Besar Mana?

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 11 Juli 2019 | 13:12 WIB
Perusahaan Kecil Saja Berani IPO, Yang Besar Mana?
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Akhir-akhir ini banyak perusahaan di tanah air mencatatkan diri sebagai perusahaan terbuka atau Tbk dengan melepas sahamnya ke publik melalui skema Initial Public Offering (IPO). Pekan ini saja tercatat 11 perusahaan yang melantai bursa.

Tapi sebagian besar perusahaan yang menjadi perusahaan Tbk tersebut termasuk perusahaan kecil atau boleh dibilang dengan market capital yang kecil, sehingga tidak terlalu berdampak besar pada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Lantas bagaimana dengan perusahaan besar yang memiliki market capital yang besar seperti perusahaan star-up seperti Gojek dan Grab, perusahaan transportasi penerbangan Lion Grup hingga produsen rokok terbesar tanah air Grup Djarum. Apakah mereka tak mau IPO?

Menanggapi hal ini Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa keputusan setiap para owner perusahaan untuk menjadi perusahaan Tbk sangat dipikirkan secara matang dengan melihat segala kondisi baik dari sisi internal perusahaan maupun situasi di eksternal di luar perusahaan.

"Kita tentunya di bursa buka keran untuk medium small cap dan big cap, kita buka dua-duanya. Jadi keputusan untuk menyatakan IPO atau tidak itu kebijakan strategi dari owner dan board of Director-nya. Apakah mereka memutuskan iya atau tidak. Kembali lagi ke kebijakan mereka," kata Nyoman di Kantornya, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Nyoman pun tak mempermasalahkan apakah perusahaan yang IPO itu perusahaan kecil atau besar, menurut dia yang terpenting saat ini setiap perusahaan yang go-public, berkomitmen menjadi perusahaan yang menjalankan prinsip good governance.

Bahkan kata Nyoman ketahanan ekonomi nasional saat ini juga didukung oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki capital market yang kecil, yang tidak begitu terpengaruh dengan situasi ekonomi global di luar.

"Terbukti ketahanan negara kita banyak di support perusahaan kecil dan menengah yang menopang perekonomian kita. Untuk itu kita buka akses buat perusahaan kecil dan menengah. Dan kemarin sudah saya sampaikan ini fenomena yang menarik dimana pasar modal itu buat semua. Sebelumnya ada perspektif pasar modal kita buat yang besar saja," kata pria asal Bali ini.

Sekarang lanjut dia, banyak perusahaan baik yang kecil maupun menengah memanfaatkan pasar modal guna mencari alternatif modal selain melakukan pinjamana ke perbankan.

"Pasar modal sudah menjadi bagian yang dekat dengan mereka. Itu yang akan kita gerakan itu potensi yang ada di daerah-daerah," ucapnya.

Maka itu BEI, kata Nyoman, terus melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan untuk bisa tertarik masuk ke pasar modal, tentunya tidak hanya perusahaan yang kecil atau menengah saja tetapi pintu bagi perusahaan besar juga terbuka lebar.

"Siapa yang akan mulai masuk silahkan saja dan ini sudah dinilai dari perusahaan kecil dan menengah. Bursa akan selalu Men-encorage mereka. Tiap workshop go publik kita adakan 2 sesi. 1 sesi untuk secara keseluruhan hadir perusahaan kecil dan menengah. Sesi 2-nya malamnya sesi bisnis untuk diner jadi kita undang umumnya yqng relatif besar atau yang sudah siap jadi perusahaan tercatat," kata Nyoman. [hid]

Komentar

x