Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 15:48 WIB

Ini Rencana Alokasi Dana IPO PT Satyamitra Kemas

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 11 Juli 2019 | 10:45 WIB
Ini Rencana Alokasi Dana IPO PT Satyamitra Kemas
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, tercatat satu perusahaan baru yang melantai di bursa saham. Perusahaan tersebut ialah PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk.

emiten yang bergerak di pengemasan karton atau packaging ini resmi menjadi emiten ke-31 dengan kode saham SMKL. Dengan initial public offering (IPO), perseroan menawarkan sahamnya di harga Rp193 per lembar saham. Dengan demikian, Perseroan akan memperoleh dana segar senilai Rp250 miliar.

"IPO ini kita lihat sebagai langkah besar bagi perusahaan, untuk bertumbuh dan berkembang dengan baik kedepannya" kata Direktur Utama PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk, Ang Kinardo di Gedung BEI Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Pada saat pencatatan perdana, saham SMKL langsung meroket naik 69% atau 135 poin ke level Rp328 dari harga penawaran awal Rp193 per lembar saham.

Pada level tersebut, saham SMKL di transaksikan sebanyak 10 kali frekuensi dengan 2.055 lot saham dan nilai mencapai Rp67,4 juta.

Emiten kemasan kertas itu melepas sebanyak 650 juta lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp193 per lembar saham. Sehingga PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk akan meraup dana sebesar Rp125,45 miliar.

Pada saat yang sama, perseroan juga melepas 130 juta Waran Seri I atau sebanyak 4,73% dari total saham. Waran Seri I diberikan kepada setiap pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam DPS pada Tanggal Penjatahan secara cuma-cuma dengan ketentuan bahwa setiap pemegang lima Saham Baru yang namanya tercatat di DPS pada Tanggal Penjatahan akan memperoleh satu Waran Seri I.

Adapun satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu Saham Baru dengan harga senilai Rp400 hingga tanggal 11 Juli 2022. Perusahaan menyebutkan, dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan sekitar 40% untuk modal kerja perseroan untuk meningkatkan persediaan bahan baku kertas baik impor maupun lokal serta untuk penyelesaian implementasi sistem SAP (System Application and Product) yang saat ini sedang berjalan.

Kemudian sekitar 30% akan digunakan untuk pelunasan sebagian utang bank, dan sisanya sekitar 30% akan digunakan untuk pembelian mesin dan lokasi baru pabrik.


Komentar

x