Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 20:30 WIB

Berpotensi Gagal Bayar, Saham Jababeka Disuspend

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 9 Juli 2019 | 08:54 WIB
Berpotensi Gagal Bayar, Saham Jababeka Disuspend
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan ementara (suspend) perdagangan efek PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) di seluruh pasar sejak sesi 2 perdagangan Senin (8/7/2019).

Hal itu didasarkan surat keterbukaan emiten kawasan industri terkait ketidakmampuan melaksanakan kewajiban utang. PH Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Teuku Fahmi Ariandar menyatakan, dalam rangka penyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien, bursa memutuskan untuk menghentikan sementara (suspend) perdagangan KIJA.

"Saat ini bursa sedang dalam proses penelaahan lebih lanjut kepada perseroan. Bursa menghimbau kepada para pemangku kepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan," tulis Teuku dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi, KIJA menilai terjadi perubahan pengendalian berdasarkan syarat dan kondisi notes yang telah diterbitkan perseroan, serta acting in concert atas perubahan manajemen dengan diangkatnya Sugiharto selaku Direktur Utama dan Aries Lima selaku Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 26 Juni 2019.

Lebih jauh, pengangkatan disetujui oleh 52,117% suara RUPST setelah diusulkan PT Imakotama Investido selaku pemegang 6,387% saham perseroan dan Islamic Development Bank selaku pemegang 10,41% saham perseroan.

Rincinya, terjadinya perubahan pengendali perseroan dalam syarat dan kondisi dari notes yang diterbitkan anak usaha perseroan, Jababeka International BV maka berkewajiban untuk memberikan penawaran pembelian kepada para pemegang notes dengan harga pembelian sebesar 101% dari nilai pokok kewajiban senilai US$300 juta.

Dalam keterbukaan ini, juga disebutkan bahwa jika perseroan tidak mampu melaksanakan pembelian tersebut, maka KIJA akan dianggap lalai atau default. Kondisi ini mengakibatkan perseroan menjadi lalai terhadap masing-masing kreditur lainnya.[ipe]




Komentar

x