Find and Follow Us

Senin, 26 Agustus 2019 | 14:45 WIB

Potensi Jababeka Gagal Bayar, Ini Kata BEI

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 8 Juli 2019 | 13:28 WIB
Potensi Jababeka Gagal Bayar, Ini Kata BEI

INILAHCOM, Jakarta - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mengakui adanya potensi gagal bayar atau default atas surat utang anak perusahaan senilai US$300 juta berikut dengan bunga.

Terkait hal tersebut manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal meminta penjelasan dari perusahaan yang dikuasai oleh pengusaha Indonesia Setyono Djuandi Darmono.

"Kalau ada default kemudian ada peristiwa yang bisa mempengaruhi perspektif dari investor yang pertama tentunya kita lihat dari sisi matrealitasnya. Yang secara umum kita lakukan adalah permintaan penjelasan dulu," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Pihak BEI berharap jika emiten pemilik kawasan Industri Jababeka tersebut segera memberikan klarifikasi kepada bursa agar memberikan kepastian kepada para investor.

"Setelah itu (penjelasan) baru masuk substansi dalam hal misalnya benar eksposur penyelesaiannya gimana, berapa jumlahnya. Makanya kita dari bursa memiliki kewajiban untuk segera melakukan follow up dalam hal klarifikasi. Kita minta perusahaan juga responsif untuk memberikan klarifikasi. Sehingga publik nanti dapat mencerna informasinya apa dan apa yang disampaikan mereka," ujarnya.

Setelah mengetahui duduk perkaranya, Nyoman pun mengungkapkan bila Bursa juga akan memanggil pihak KIJA untuk meminta penjelask mengenai permasalahan tersebut.

"Once misalnya informasinya perlu hal-hal komprehensif kita akan undang dengar pendapat. Kita minta dihadiri tim mereka dan direksinya dan juga yang berhubungan dengan transaksi tersebut," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam keterbukaan informasi, Manajemen Jababeka menjelaskan bahwa ancaman gagal bayar tersebut terjadi seiring dengan perubahan susunan pengurus perusahaan. Dengan perubahan tersebut, Jajabeka diwajibkan untuk memberi penawaran pembelian kepada pemegang notes dengan harga 101% dari nilai pokok dan ditambah dengan kewajiban bunga.

"Dalam hal Jababeka tidak mampu melaksanakan penawaran pembelian tersebut, Jababeka atau Jababeka International B.V akan berada dalam keadaan lalai atau default," imbuh Manajemen Jababeka secara tertulis dikutip pada Senin (8/07/2019).

Jababeka menambahkan, "Kondisi lalai atau default tersebut mengakibatkan Jababeka atau anak-anak perusahaan lainnya menjadi dalam keadaan lalai atau default pula terhadap masing-masing kreditur mereka lainnya." Sebut informasi tersebut. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x