Find and Follow Us

Rabu, 11 Desember 2019 | 05:19 WIB

Lapkeu Disebut Rekayasa, Garuda Melawan OJK

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 29 Juni 2019 | 18:54 WIB
Lapkeu Disebut Rekayasa, Garuda Melawan OJK
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (Persero/GIAA) menilai, pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebut adanya rekayasa dalam laporan keuangan perseroan 2018 terjadi rekayasa, tidak proporsional dan terlalu dini.

Pasalnya, emiten pelat merah itu bersikukuh kontrak kerjasama inflight connectivity dengan PT Mahata Aero Teknologi senilai US$239 Juta telah sesuai dengan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).

Demikian disampaikan VP Corporate Secretary GIAA, M Ikhsan Rosan dalam siaran pers, Jakarta, Sabtu (29/6/2019). "Hasil pemeriksaan Kementerian Keuangan dan OJK yang menyatakan laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018 adalah hasil rekayasa, menurut hemat kami tidak proporsional dan keputusan tersebut sangat premature," tulis dia.

Namun, dia menyatakan, "Menghormati pendapat regulator dan perbedaan penafsiran atas laporan keuangan tersebut namun kami akan mempelajari hasil pemeriksaan tersebut lebih lanjut. Kami menegaskan kembali bahwa kami tidak pernah melakukan rekayasa," kata dia,

Ia menjelaskan, kontrak tersebut baru berjalan delapan bulan dan semua pencatatan telah sesuai ketentuan PSAK yang berlaku dan tidak ada aturan yang dilanggar.

Bahkan, Mahata dan mitra barunya telah memberikan komitmen pembayaran secara tertulis dan disaksikan oleh Notaris, sebesar USD 30 juta yang akan dibayarkan pada bulan Juli tahun ini atau dalam waktu yang lebih cepat.

"Sisa kewajiban akan dibayarkan ke Garuda Indonesia dalam waktu tiga tahun dan dalam kurun waktu tersebut akan di cover dengan jaminan pembayaran dalam bentuk Stand by Letter Credit (SBLC) dan atau Bank Garansi bank terkemuka," papar dia. [ipe]




Komentar

Embed Widget
x