Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 21:20 WIB

Lakukan Rekayasa, BEI Paksa Garuda Revisi Lapkeu

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 28 Juni 2019 | 17:01 WIB
Lakukan Rekayasa, BEI Paksa Garuda Revisi Lapkeu
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta PT Garuda Indonesia untuk segera memperbaiki dan menyajikan kembali laporan keuangan yang mereka buat pada 31 Maret yang lalu.

Hal ini sejalan dengan temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah melakukan pemeriksaan terkait kasus penyajian Laporan Keuangan Tahunan (LKT) PT Garuda Indonesia Tbk per 31 Desember 2018 yang lalu.

Yulianto Aji Sadono selaku Sekretaris Perusahaan, BEI eminta kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk segera memperbaiki dan menyajikan kembali Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per 31 Maret 2019 dimaksud paling lambat sampai dengan tanggal 26 Juli 2019.

Kewajiban tersebut untuk pelanggaran ketentuan Nomor III.1.2 Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, yang mengatur mengenai Laporan Keuangan wajib disusun dan disajikan sesuai dengan peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7. Tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten.

Kedua, meminta kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. untuk melakukan publik expose insidentil atas penjelasan mengenai perbaikan dan penyajian kembali Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per 31 Maret 2019.

Ketiga, Mengenakan Sanksi sesuai dengan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-H tentang Sanksi, berupa Peringatan Tertulis III dan denda sebesar Rp250.000.000 (Dua ratus lima puluh juta Rupiah) kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atas pelanggaran pada poin 1 di atas.

"Pengenaan sanksi dan permintaan untuk memperbaiki dan menyajikan kembali Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, per 31 Maret 2019," ujar Yulianto, Jumat (28/6/2019).

"Pihak BEI juga akan segera melakukan public expose insidentil dalam rangka menyelenggarakan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien serta menjaga kepercayaan publik terhadap industri Pasar Modal Indonesia," tambah Yulianto. [hid]

Komentar

x