Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 03:45 WIB

PT Garuda Kena Sanksi BEI Senilai Rp250 Juta

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 28 Juni 2019 | 13:27 WIB
PT Garuda Kena Sanksi BEI Senilai Rp250 Juta
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya memberi sanksi denda kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Rp250 juta terkait salah memberikan laporan keuangan untuk tahun buku 2018.

Dalam keterangannya Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Jumat (28/6/2019) mengungkapkan setelah mpenelaah dan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak terkait lainnya atas penyajian Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per 31 Maret 2019, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan hal-hal sebagai berikut:

Meminta kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk memperbaiki dan menyajikan kembali Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per 31 Maret 2019 dimaksud paling lambat sampai dengan tanggal 26 Juli 2019, atas pelanggaran ketentuan Nomor III.1.2 Peraturan BEI Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

Ketentuan tersebut mengatur mengenai Laporan Keuangan wajib disusun dan disajikan sesuai dengan peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7. tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten.

Meminta kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) untuk melakukan public expose insidentil atas penjelasan mengenai perbaikan dan penyajian kembali Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per 31 Maret 2019.

Mengenakan Sanksi sesuai dengan Peraturan BEI Nomor I-H tentang Sanksi, berupa Peringatan Tertulis III dan denda sebesar Rp250 juta kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atas pelanggaran pada poin 1 di atas.

Pengenaan sanksi dan permintaan untuk memperbaiki dan menyajikan kembali Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, per 31 Maret 2019 serta permintaan melakukan public expose insidentil oleh BEI dilakukan dalam rangka menyelenggarakan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien serta menjaga kepercayaan publik terhadap industri Pasar Modal Indonesia.


PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) bergerak dalam Melakukan transportasi udara komersial terjadwal bagi penumpang, kargo dan kiriman domestik atau internasional; Melakukan transportasi udara komersial non-scheduled bagi penumpang, kargo dan kiriman domestik atau internasional.

Perseroan juga menyediakan perbaikan dan perawatan pesawat terbang, untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kebutuhan pihak ketiga; Merender layanan pendukung untuk operasi transportasi udara komersial, seperti layanan katering dan layanan penanganan darat, untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kebutuhan pihak ketiga; Menyediakan layanan sistem informasi yang berkaitan dengan industri penerbangan, untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kebutuhan pihak ketiga.

Selain itu juga menyediakan layanan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan industri penerbangan, untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kebutuhan pihak ketiga; dan Menyediakan layanan perawatan kesehatan untuk aircrew dalam memenuhi kebutuhan sendiri dan kebutuhan pihak ketiga. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1950.

Pemegang saham GIAA antara lain permerintah Indonesia 60,5% dan PT Trans Airways sebesar 25,6%. Untuk saham publik sebesar 13,8%.

Saham GIAA berada di Rp374 per saham dari pembukaan di Rp400 per saham. [hid]

Komentar

Embed Widget
x