Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 22:36 WIB

Tutup Gerai Giant

BEI Tunggu Penjelasan PT Hero Supermarket

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 26 Juni 2019 | 13:12 WIB
BEI Tunggu Penjelasan PT Hero Supermarket
(Foto: inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - PT Hero Supermarket Tbk (HERO), induk usaha dari Giant menyatakan akan menutup enam gerai Giant. Penutupan gerai Giant itu dimulai pada 28 Juli 2019.

Sebagai perusahaan terbuka tentunya publik bertanya-tanya ada apa dengan Giant, bagaimana kelangsungan usahanya ke depan, apakah bakal bangkrut menyusul pemain ritel yang terlebih dulu sudah tutup?

Menanggapi hal ini Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengaku sudah menghubungi pihak HERO terkait rencana penutupan 6 gerai Giant tersebut. Namun, pihak HERO belum memberikan jawaban atas permintaan bursa tersebut.

"Kami sudah meminta penjelasan kepada mereka (HERO) sejak Senin kemarin, namun hingga kini belum ada jawaban. Kita tunggu saja apa alasan mereka menutup gerai mereka," kata Nyoman di Gedung BEI Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Namun, kata Nyoman, seperti biasanya jika ada toko-toko ritel yang tutup kemungkinan besar perusahaan tersebut melakukan evaluasi terhadap bisnis mereka. Apakah toko yang mereka buka menguntungkan lagi atau tidak.

"Itu kan, sah-sah saja. Mereka melakukan evaluasi terhadap usaha mereka. Bursa menghargai itu sebagai tanggung jawab perusahaan demi menjalankan bisnis mereka kedapan yang lebih baik," katanya.

Maka dari itu untuk lebih jelas mengapa HERO harus menutup 6 gerai Giant mereka sangat ditunggu oleh publik. "Kita tunggu saja apa jawaban mereka, kenapa menutup gerai. Ini kan dinamika bisnis, manajemen wajib melakukan review atas operasional yang mereka lakukan," katanya.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai, penutupan gerai ritel modern yang dimiliki PT Hero Supermarket Tbk, Giant, tidak berkaitan dengan maraknya perdagangan digital alias e-commerce.

"Penutupan gerai ini tidak ada kaitannya dengan transaksi 'online' yang masih di bawah 10 persen dari total transaksi 'offline' melalui toko fisik," kata Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Roy mengaku, Aprindo belum mendapatkan keterangan resmi dari Giant mengenai rangkaian penutupan gerai ini. Namun, menurut dia, penutupan supermarket Giant di enam lokasi, lebih karena alasan efisiensi agar korporasi dapat terus berusaha dan menghidupi bisnisnya.

Keenam gerai yang akan ditutup, kata Roy, akan direlokasi terhadap lokasi yang baru, yang lebih strategis dan memiliki potensi pendapatan lebih baik daripada gerai yang saat ini masih beroperasi.

Selain itu, ia menilai bahwa telah terjadi perubahan perilaku konsumen dari yang biasanya memasak di rumah dan berbelanja bahan pangan di supermarket, kini mereka lebih memilih untuk berkuliner.

"Adanya penurunan transaksi pangan, baik makanan dan minuman, akibat bergesernya perilaku konsumen. Konsumen lebih memilih kuliner di luar rumah sebagai gaya hidup masyarakat global," kata Roy.

Seperti diketahui, enam supermarket Giant dikabarkan tutup pada 28 Juli 2019. Keenam gerai tersebut, yakni Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri. Sebelum tutup, Giant memberikan diskon sebesar 5% hingga 50%. [hid]

Komentar

Embed Widget
x