Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 09:35 WIB

PT Golden Flower Raih Berkah Perang Tarif AS-China

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 26 Juni 2019 | 12:53 WIB
PT Golden Flower Raih Berkah Perang Tarif AS-China
(Foto: inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - PT Golden Flower Tbk (POLU) merasakan justru perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat membawa keuntungan bagi salah satu perusahaan yang mengandalkan penjualan di pasar global.

"Tidak ada (efek perang dagang), malah kita sangat diuntungkan," kata Presiden Komisaris PT Golden Flower, Po Sun Kok di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Po mengungkapkan bahwa memang hampir sebagian besar produk yang dihasilkan perseroan berupa produk garmen untuk di ekspor, tentunya kata dia jika ada perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) makin membuka peluang ekspor kedua negara tersebut.

"Produk kita sebagian besar ekspor ini tentu bisa jadi peluang buat kita, untuk bisa meningkatkan ekspor kita," katanya.

Emiten garmen yang fokus memproduksi pakaian wanita dengan merek seperti Michael Kors, Calvin Klein, Tommy Hilfiger, DKNY dan American Eagle itu secara resmi mencatatkan saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 150 juta saham atau 20% dari total modal yang ditempatkan atau disetor penuh perseroan.

Harga penawaran ditetapkan Rp288 setiap saham. Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebesar Rp43,2 miliar.

Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional, biaya pemasaran, dan lain lain.

Pada 2018, Golden Flower mencatatkan penjualan sebesar Rp438,46 miliar atau naik 0,16% secara tahunan.

Penjualan ekspor menjadi kontributor terbesar yakni 95,43% atau sebesar Rp418,44 miliar, sedangkan Rp23,05 miliar lainnya berasal dari penjualan lokal.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan pada tahun lalu sebesar Rp8,97 triliun atau naik 9,39% secara tahunan.

Adapun, perusahaan saat ini memproduksi 700.000 potong pakaian mulai dari kemeja, blus, gaun, rok dan seragam per bulan. Dengan mesin-mesin baru, perusahaan diharapkan mampu menghasilkan 900.000 potong pakaian.

Selain itu, Golden Flower saat ini mempekerjakan lebih dari 3.000 pekerja di 8 fasilitas produksi yang terdiri dari 5 sewing unit, penyimpanan kain, cutting unit, dan finishing unit, serta keseluruhan jumlah mesin garmen sebanyak 4.080 unit.

Komentar

Embed Widget
x