Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 22:01 WIB

Kasus Gagal Bayar Jiwasraya

Sambangi TRAM, Heru Hidayat Menghindar atau Kabur?

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 25 Juni 2019 | 16:45 WIB
Sambangi TRAM, Heru Hidayat Menghindar atau Kabur?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) senilai Rp802 miliar diduga kuat lantaran salah investasi di pasar modal. Salah satunya dengan memborong saham PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM).

Menariknya, ketika INILAHCOM mencoba untuk mewancarai kantor TRAM di Gedung Sentral Senayan 2 Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019). Namun keinginan menemui Presiden Komisaris TRAM, Heru Hidayat yang disebut-sebut kawan akrab mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo dan mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim itu, dikatakan tak ada di tempat oleh petugas keamanan.

Sebelumnya (Senin, 24/6/2019), INILAHCOM sudah mencoba menyambangi kantor TRAM. Bermaksud untuk mewawancara Heru secara door stop. Untuk mengonfirmasi sejumlah isu yang berseliweran terkait salah investasi duit Jiswasraya di pasar modal. Termasuk untuk memborong saham TRAM serta dugaan perkoncoan di balik transaksi ini.

Petugas keamanan di kantor TRAM, Gedung Sentral Senayan Tower 2 Lantai 27 hanya mengatakan bahwa untuk bertemu Heru Hidayat harus bikin janji. "Tidak ada, buat janji terlebih dahulu. Silahkan buat janji," kata petugas keamanan yang enggan menyebutkan namanya itu.

Oh iya. Si petugas itu juga sempat curhat. Bahwa akibat pemberitaan, dirinya kena tegur atasannya. Selanjutnya dia mengatakan bahwa jajaran direksi dan komisaris TRAM, memang sering bertemu di kantor dan kerap bepergian ke luar kota. Bisa jadi urusannya untuk bisnis. Apalagi sektor bisnis yang digeluti TRAM adalah tambang batubara yang tersebar di daerah. Kejadian ini menunjukkan Heru Hidayat memang sengaja menghindar. Atau, sudah tak ada di tempat alias kabur.

Sekedar mengingatkan, pada 10 Oktober 2018, Jiwasraya menyatakan gagal bayar terhadap 1.286 pemegang polis JS Saving senilai Rp802 miliar. Di mana, JS Saving adalah produk premium Jiwasraya berupa asuransi plus investasi. Pemegang polis berhak atas imbal hasil 7% dan lima tahun pertanggungan asuransi.

Terjadinya gagal bayar Jiwasraya ini, salah satunya diduga kuat karena ibvestasi yang serampangan di pasar modal. Di mana, perusahaan asuransi pelat merah ini, banyak membelanjakan dana nasabah ke saham lapis tiga alias gorengan. Misalnya TRAM, IIKP, MTFN, ABBA, SMRU.

Tentu saja, keputusan ini muncul lantaran mantan Dirkeu Jiwasraya Hary Prasetyo adalah kawan Heru yang menjadi komisaris TRAM. Tentu saja, keputusan ini mendapat restu dari mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim.

Kini, Heru Hidayat memegang posisi penting di sejumlah perusahaan. Dia tercatat Presiden Komisaris PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), Preskom PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) dan Preskom Maxima Integra Investama, Preskom Gunung Bara Utama Indonesia (GBU). Entah kebetulan atau memang ada apa-apanya, perusahaan tempat Heru bercokol, terkait dengan investasi Jiwasraya yang berakhir jeblok.

Ambil contoh saham TRAM. Pada 29 Mei 2013, Jiwasraya memborong 5,87% saham TRAM yang dibanderol Rp1.300-an per lembar. Total investasi Jiwasraya di TRAM kala itu mencapai Rp760 miliar. Pada 28 November 2014, saham TRAM melorot Rp319,8 per lembar. Pada Senin (25/6/2019) kembali longsor ke level Rp122 per lembar.

Hubungan pertemanan antara Hary dan Heru, bisa jadi cukup kuat. Sebelum menjabat direktur keuangan Jiwasraya, Hary sempat melanglang kerja di PT Artha Graha Sentral, PT Trimegah Securities Tbk, PT Batasa Capital, dan PT Lautandhana Investment. Sedangkan Heru Hidayat, menurut Majalah Forbes, masuk jajaran 150 orang paling tajir di republik ini. Total kekayaannya pria muda ini mencapai US$440 juta.

Kasus gagal bayar Jiwasraya ini, tentunya harus dibongkar sampai tuntas. Apalagi menyangkut duit nasabah yang nilainya cukup gede. Berkaca kepada 2005, terbongkar penyelewengan dana investasi di PT Jamsostek (Persero), kini BPJS Ketenagakerjaan. Kala itu, Dirut Jamsostek Ahmad Djunaidi dan Direktur Investasi Jamsostek Andi Rahman Alamsyah harus menebusnya di bui. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x