Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 21:48 WIB

Harga Rights Isue Rp221, GOLD Raup Rp212,75 M

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 24 Juni 2019 | 15:16 WIB
Harga Rights Isue Rp221, GOLD Raup Rp212,75 M
PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) - (Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) menetapkan harga pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau right issue sebesar Rp221 per saham.

Dengan melepas 962.676.000 saham baru atau 75,37% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, maka emiten anjungan telekomunikasi itu akan meraup dana sebesar Rp212,751 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/6/2019).

Untuk setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 28 Juni 2019 pukul 16.00 WIB berhak atas sebanyak 306 saham rights, di mana setiap satu saham rights memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu Saham Baru dengan harga pelaksanaan.

Sementara itu, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebagai pemegang 56,02% saham perseroan akan memperoleh 539.309.853 saham right akan melaksanakan 476.330.959 saham rights miliknya dan mengalihkan 62.978.894 saham rights miliknya, yaitu sebanyak 51.842.004 saham right kepada PT Amanda Cipta Persada, sebanyak 2.520.942 saham right kepada PT Mulia Sukses Mandiri, sebanyak 6.572.446 saham right kepada Scavino Ventures Ltd dan sebanyak 2.043.502 saham right kepada PT Sukses Prima Sakti.

Jika lima pemegang utama tersebut melaksanakan rights-nya tanpa diikuti oleh pemegang saham ritel, maka meraup dana Rp204,2 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk penyertaan modal ke anak usaha yakni PT PKP (Permata Karya Perdana) sebesar 68,46%. Sedangkan 31,39% dana right issue akan digunakan untuk pelunasan utang dan sisanya, akan digunakan keperluan modal kerja perseroan.

Adapun jika seluruh pemegang saham melaksanakan right, maka perseroan akan meraup dana Rp212,75 miliar. Selanjutnya dana tersebut akan digunakan untuk menambah modal PKP sebesar 65,69%, pelunasan utang sebesar 30,12% dan sisanya untuk modal kerja perseroan. [ipe]




Komentar

x