Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 05:21 WIB

Jiwasraya Akhirnya Beri Isyarat Ingin Bayar Klaim

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 24 Juni 2019 | 14:01 WIB
Jiwasraya Akhirnya Beri Isyarat Ingin Bayar Klaim
(Foto: Istimewa)

INILAHOM, Jakarta - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akhirnya memberikan isyarat akan melakukan upaya pembayaran untuk melunasi kewajiban atas polis jatuh tempo kepada 1.286 pemegang polis senilai Rp802 miliar, yang tertunda sejak Oktober 2018 lalu.

Hari ini, Senin (24/6/2019), Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko mengaku berjanji bakal segera melunasi tanggungan perseroan kepada nasabahnya, usai Jiwasraya mendapatkan dana segar atas penerbitan medium term notes (MTN) senilai Rp500 miliar pada akhir bulan Mei lalu.

"Ini adalah bukti dan wujud nyata perusahaan, bahwa kami mempunyai itikad baik untuk membayar sesuai dengan kemampuan dan dilakukan secara bertahap," kata Hexana dalam suratnya.

Dengan pembayaran polis tersebut, Hexana menilai pembayaran polis ini merupakan sinyal baik bagi pemegang polis. Maka itu dia meminta para nasabah Jiwasraya untuk tenang dan percaya bahwa Jiwasraya akan menyelesaikan tanggungjawabnya hingga tuntas.

Dalam keteranganya disebutkan Jiwasraya akan membayarkan kewajibannya kepada nasabah Standard Chartered Bank dan Bank KEB Hana Indonesia dalam tiga tahap untuk periode jatuh tempo investasi pada tanggal 6 Oktober 2018.

Surat yang ditandatangani oleh Direktur Pemasaran Jiwasraya Indra Widjaja dan Direktur Keuangan Jiwasraya Danang Suryono menyebutkan bahwa estimasi jadwal pembayaran Mei sampai Juli 2019.

Untuk tahap pertama, pembayaran pada tanggal 29 Mei 2019 bagi nasabah yang mempunyai premi per polis sampai dengan Rp 500 juta.

Tahap kedua, pembayaran pada tanggal 19 Juni 2019 untuk nasabah yang mempunyai premi per polis sampai dengan Rp 750 juta. Sedangkan tahap ketiga, yaitu pembayaran pada tanggal 17 Juli 2019 bagi nasabah dengan besaran premi per polis hingga Rp1 miliar.

Jiwasraya juga berjanji akan melunasi polis jatuh tempo nasabah lain yang dilakukan secara bertahap dan paling lambat hingga kuartal IV 2020. [hid]

Komentar

Embed Widget
x