Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 05:15 WIB

Katanya Daya Beli Turun, Pendapatan MYOR Melesat

Kamis, 20 Juni 2019 | 18:01 WIB
Katanya Daya Beli Turun, Pendapatan MYOR Melesat

INILAHCOM, Tangerang - Asumsi bahwa daya beli melemah pada 2019, rupanya tidak berlaku bagi PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Pendapatan produsen makanan dan minuman olahan papan atas ini, naik 11,1% pada Maret 2019 secara tahunan (year on year/yoy).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta Publik Ekspose di Tangerang, Banten, Kamis (20/6/2019), Direktur Utama MYOR, Andre Sukendra Atmadja memaparkan optimismenya.

"Lebaran 2019, penjualan kita cukup bagus. Bahkan melampaui tahun lalu. Sampai Maret 2019, pendapatan Mayora tumbuh 11%, kelihatannya pasar lebih bergariah. Tahun ini kami optimis bisa meraih target," papar Andre.

Pada 2018, kata dia, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp22,97 triliun. Sementara hingga Maret 2019, pendapatan naik Rp1,09 triliun menjadi Rp24,06 triliun. "Angka ini lebih tinggi ketimbang target," paparnya.

Sedangkan untuk 2018, lanjutnya, laba usaha perseroan mengalami pertumbuhan yang melampaui target. Di mana, realisasi laba usaha hingga Maret 2019 mencapai Rp2,63 triliun. Lebih tinggi Rp9,26 miliar ketimbang target yang dipatok Rp2,62 triliun. Realisasi laba bersih mencapai Rp1,76 triliun. Atau lebih tinggi Rp43,72 miliar ketimbang target sebesar Rp1,72 triliun.

Kalau dibandingkan 2017, pendapatan MYOR pada 2018 bertumbuh 15,58%. Di mana, pendapatan 2017 MYOR mencapai Rp20,81 triliun. Atas capaian ini, lanjutnya, RUPS MYOR menetapkan pembagian dividen tunai Rp648,402 miliar. Atau setara dengan Rp29 per lembar saham. Dan, dividen tunai tersebut akan mulai dibagikan pada 24 Juli 2019.

Andre menjelaskan, penjualan ke luar negeri ataupun pasar domestik, berkontribusi signifikan terhadap pendapatan MYOR. Tercatat, ekspor MYOR mencapai Rp11,10 triliun. Sedangkan dari pasar domestik, pendapatannya mencapai Rp12,96 triliun.

Tahun ini, lanjutnya, produsen snack dan minuman yang cukup populer bagi konsumen di tanah air ini, menaruh optimisme besar. Di tambah lagi, produk MYOR sudah cukup dikenal di pasar Asean, Timur Tengah, Rusia dan negara lain di Eropa Timur.

Sejauh ini, Andre menyebut, omset MYOR tidak terpengarug perang dagang atau perlambatan ekonomi di sejumlah negara di dunia. Yang jelas, MYOR tetap akan fokus untuk meningkatkan inovasi demi meningkatkan daya saing produk, memperluas distribusi serta promosi yang tepat guna. "Itu saja strategi kami. Dan kami bersukur, hampir seluruh produk kami diterima baik oleh pasar," pungkasnya. [tar]

Komentar

x