Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 21:47 WIB

Bursa Saham Eropa Bisa Positif

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 20 Juni 2019 | 13:21 WIB
Bursa Saham Eropa Bisa Positif
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, London - Bursa saham Eropa tampaknya akan dibuka lebih tinggi pada Kamis (20/6/2019) karena investor menunggu keputusan suku bunga dari Bank Inggris.

FTSE 100 terlihat sekitar 24 poin lebih tinggi pada 7.428. Sementara panggilan awal memiliki DAX membuka sekitar 63 poin lebih tinggi pada 12.371. Indeks CAC 40 diperkirakan akan memulai sesi sekitar 28 poin lebih tinggi pada 5.546, menurut data IG, seperti mengutip cnbc.com.

Fokus pekan ini pada bank sentral berlanjut Kamis, dengan Bank of England akan mengumumkan keputusan kebijakan Juni pada siang hari BST. Ekonom yang disurvei oleh Reuters mengharapkan suara bulat untuk mempertahankan suku bunga di 0,75%. Meskipun dua pejabat baru-baru ini mempermasalahkan perlunya biaya pinjaman yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi menggembar-gemborkan stimulus lain pada hari Selasa, sementara hari Rabu melihat Federal Reserve AS mengisyaratkan penurunan suku bunga akhir tahun ini.

Saham di Asia diperdagangkan lebih tinggi pada Kamis sore setelah The Fed membuka pintu untuk pemotongan, dengan indeks China daratan semuanya naik lebih dari 2%. Harapan untuk kesepakatan perdagangan antara AS dan China juga meningkat minggu ini karena Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping bersiap untuk bertemu di KTT G-20 pekan depan.

Sementara itu CEO Huawei, Ren Zhengfei mengatakan kepada CNBC secara eksklusif pada hari Rabu bahwa bank-bank dalam kasus hukum A.S. terhadap perusahaan mengetahui apa yang terjadi. Huawei dan putrinya, CFO Meng Wanzhou, didakwa melakukan penipuan bank dan kawat dan konspirasi untuk melakukan penipuan bank dan kawat sehubungan dengan menghindari sanksi Amerika terhadap Iran.

Kembali ke Inggris, partai konservatif Anggota Parlemen (anggota parlemen) diharapkan untuk memutuskan dua kandidat terakhir untuk menggantikan Perdana Menteri Theresa May, dengan mantan Menteri Luar Negeri Boris Johnson menjadi favorit.

Dalam berita perusahaan, Airbus telah menyegel kesepakatan dengan pembeli besar untuk jet penumpang terbarunya di Paris Air Show, menyusul pesanan mengejutkan oleh pemilik British Airways untuk saingannya Boeing 737 Max jet.

Sementara itu New York Times melaporkan pada hari Rabu bahwa Deutsche Bank menghadapi investigasi anti pencucian uang lain, kali ini dari otoritas federal AS.

Komentar

Embed Widget
x