Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 05:35 WIB

Tahun 2018, Pendapatan DPNS Naik 28,83 Persen

Selasa, 18 Juni 2019 | 15:56 WIB
Tahun 2018, Pendapatan DPNS Naik 28,83 Persen
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang 2018, PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk membukukan pendapatan bersih Rp143,38 miliar. Naik 28,83% ketimbang 2017 sebesar Rp111,29 miliar. Tahun ini bagaimana?

Direktur Utama PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk, Siang Hadi Widjaja mengatakan, Perusahaan memasuki tahun 2019 dengan sikap optimis namun tetap berhati-hati setelah mengalami pelemahan pasar.

Siang menyebutkan, target pendapatan industri perekat kayu lapis bersandi emiten DPNS ini, pada 2018 ditetapkan Rp110 miliar. Dan, realisasinya melebihi 30,35%. Sementara untuk laba bersih 2018 mencapai Rp9,38 miliar, naik 57,38% ketimbang 2017 yang mencapai Rp5,96 miliar.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 turut membawa berkah bagi Perusahaan, permintaan produk meningkat dan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih," ungkap Siang usai Public Expose di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Siang mengatakan, prospek usaha perekat ini, masih tetap cerah mengingat telah tumbuh beberapa industri kayu lapis di Kalimantan Barat. Selain itu, permintaan kayu lapis asal Indonesia di pasar dunia, tergolong cukup tinggi.

Berdasarkan informasi dari Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo), ekspor kayu lapis Indonesia ke Amerika Serikat mulai gencar pasca diterapkannya Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan Bea Masuk Imbalan (countervailing duty) terhadap kayu lapis (plywood) dari China oleh Departemen Perdagangan AS pada tanggal 4 Januari 2018.

"Kebijakan anti dumping ini membuka peluang besar bagi Indonesia merebut kembali pasar plywood Amerika. Adapun bagi Indonesia, Amerika Serikat adalah pasar plywood terbesar kedua setelah Jepang," kata Siang.

Sedangkan net profit margin naik dari 5,36% pada 2017 menjadi 6,54% pada 2018. Kenaikan ini dipicu naiknya pendapatan lain-lain terutama dari selisih kurs.

Siang mengatakan, perusahaan berusaha mengelola modal dengan optimal. Untuk memaksimalkan nilai bagi para pemilik atau pemegang saham. Pihak manajemen aktif memastikan adanya keseimbangan yang memadai, antara liabilitas dan ekuitas. Dengan kata lain, rasio modal dijaga sehat.

Siang mengatakan, perusahaan telah membagikan dividen 2017 sebesar Rp993.389.856, atau sebesar Rp3 per saham pada 20/07/2018. Sedangkan dividen tahun buku 2016, jumlah dividen yang dibagikan sebesar Rp1.986.779.712, atau Rp6 per saham. [tar]

Komentar

x