Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 12:41 WIB

PT Urban Propertindo Catat Pendapatan Naik 195%

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 17 Juni 2019 | 15:53 WIB
PT Urban Propertindo Catat Pendapatan Naik 195%
Direktur URBN, Tri Rachman Batara - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN), mencetak pendapatan meningkat siginifikan 195% atau menjadi hampir tiga kali lipat menjadi Rp117,9 miliar pada periode Januari - Maret 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp39,9 miliar.

Kinerja pendapatan emiten properti yang menyediakan produk-produk hunian yang terintegrasi dengan transportasi masal, seluruhnya berasal dari penjualan apartemen yang melesat 655 persen atau hampir tujuh kali lipat. Nilainya menjadi Rp117,9 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp15,6 miliar.

Pada periode tiga bulan pertama tahun 2019 ini perseroan tidak menjual tanah dibandingkan periode sama tahun lalu yang menjual Rp24,3 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (17/6/2019).

Direktur URBN, Tri Rachman Batara menyatakan bahwa pendapatan terbesar diperoleh dari pengakuan penjualan apartemen Urban Sky senilai Rp104,1 miliar yang menyumbang 88 persen dari total pendapatan perseroan di kuartal I 2019.

"Dengan capaian kinerja keuangan di kuartal I, kami optimistis bisa mencapai target pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun 2019 dan tahun-tahun selanjutnya," ungkap Batara.

Seiring kenaikan pendapatan, perseroan juga mencatatkan kenaikan beban pokok dari sebelumnya Rp17,1 miliar di kuartal I 2018 menjadi Rp85,8 miliar pada kuartal I 2019. Perseroan membukukan laba bruto Rp32,1 miliar pada kuartal I 2019 dan laba bersih Rp30,1 miliar atau meningkat 81% dibandingkan periode yang sama tahin lalu.

Batara menambahkan, jumlah aset perusahaan pada kuartal I 2019 meningkat 9 persen menjadi Rp1,8 triliun dibandingkan Rp1,6 triliun per Desember 2018. Jumlah liabilitas atau kewajiban perusahaan naik 19 persen menjadi Rp649,3 miliar dibandingkan Rp541,3 miliar per Desember 2018. [hid]

Komentar

x