Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 05:10 WIB

Ikuti Jejak Bali United

BEI Desak Klub Bola Nasional Segera IPO

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 17 Juni 2019 | 11:09 WIB
BEI Desak Klub Bola Nasional Segera IPO
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djayadi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djayadi meminta klub bola nasional untuk mengikuti jejak langkah Bali United dengan mencatatkan saham perdananya di pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO).

Pada Senin (17/6/2019) pagi Bali United melalui PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) secara resmi menjadi perusahaan terbuka. "Kami harapkan perusahaan sejenis dari klub bola lainnya ikut turut melantai di BEI mengikuti jejak Bali Bintang Sejahtera untuk meramaikan pasar modal Indonesia dan meramaikan sepakbola di negara kita ini," kata Inarno di Gedung BEI Jakarta.

Inarno menyebut Bali United yang menjadi klub sepakbola pertama di Indonesia dan bahkan pertama di ASEAN yang melepas sahamnya di publik melalui pencatatan saham di BEI.

"Ini merupakan suatu langkah dan prestasi yang luar biasa, untuk itu kita berikan apresiasi yang luar biasa ke Bali United," katanya.

Menurut dia, aksi korporasi ini merupakan salah satu sarana bagi perusahaan menggalang dana dari masyarakat, IPO juga miliki banyak manfaat lain misalnya perusahaan publik akan dipandang lebih profesional dan akuntable jika mereka sudah tercatat di BEI.

"Kami harapkan dengan tercatatnya Bali Bintang Sejahtera Tbk perusahaan bisa terus terapkan GCG yang mencakup aspek tranparansi, accountability, indepedensi, responsiblity dan fearness diantaranya melakukan keterbukaan informasi baik ke regulator dan publik, serta memastikan terselenggaranya kepatuhan yang ada di pasar modal," katanya.

Informasi saja jumlah saham yang dicatatkan adalah sebesar 6 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri sebesar empat miliar saham dan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar dua miliar saham.

Perseroan menetapkan harga saham IPO Rp175 dengan nilai nominal Rp10 per saham. Total dana yang diraup dari IPO sekitar Rp350 miliar.

Sebelumnya perseroan menyatakan dana hasil IPO digunakan untuk perbaikan stadion, anak usaha dan lainnya.

Perseroan telah melakukan masa penawaran umum pada 10-12 Juni 2019, penjatahan pada 13 Juni 2019, pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham secara elektronik pada 14 Juni 2019. Adapun yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas.

Perseroan gelar gerai penawaran umum saham di Denpasar, Bali. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pendukung dan fans Bali United yang sebagian besar berdomisili di Bali untuk ikut investasi saham Bali United. [hid]

Komentar

Embed Widget
x