Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 22:07 WIB

Saham Bali United Oversubscribed 110 Kali

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 17 Juni 2019 | 10:53 WIB
Saham Bali United Oversubscribed 110 Kali
(Foto: Inilahcom/Eusebio CM)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) pengelola klub sepak bola Bali United yang dikuasai oleh Konglomerat Pieter Tanuri mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 110 kali saat IPO.

"Permintaan sebanyak 110 kali dari porsi penjatahan pusat (pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat," kata Direktur Utama Kresna Sekuritas, Octavianus Budianto di Gedung BEI Jakarta, Senin (17/6/2019).

Oki juga menuturkan bila IPO Bali United memperoleh tanggapan yang sangat meriah dari masyarakat Bali. "Response di Bali luar biasa. Masyarakat Bali khususnya supporter, antusias sekali," ujarnya.

Sementara itu CEO Bali United, Yabes Tanuri mengatakan dilepasnya saham Bali United 2 miliar saham atau 33,33% untuk umum akan semakin banyak pihak yang bisa mendukung tercapainya visi dan misi Bali United untuk meraih sukses yang berkelanjutan.

"Saya dengar kemarin, pas penawaran ada anak kecil pendukung Bali United yang rela membongkar tabungannya untuk membeli saham Bali United atas nama kakak kandungannya. Itu jadi cerita yang menarik buat saya," kata Yabes Tanuri.

Senin pagi, Bali United menjadi klub sepak bola pertama di tanah air dan ASEAN yang IPO. Klub sepakbola yang bermarkas di Gianyar, Bali ini didirikan pada tahun 1989, awalnya bernama Putra Samarinda sebelum berganti markas ke Bali dan mengubah namanya menjadi Bali United Pusam pada tahun 2014.

Dari tahun 2001 sampai 2006 klub yang dijuluki Serdadu Tridatu ini bermain di divisi pertama sebelum promosi ke Liga Super Indonesia. Saat ini Bali United bermain di QNB Indonesia Super League.

Dalam perdagangan awal, saham Bali United langsung melesat naik 69,14% ke level Rp296 atau naik 121 poin dari harga penawaran awal sebesar Rp175 per saham.

Dalam kurun waktu tersebut, saham BOLA ditransaksikan sebanyak 16 kali frekuensi dengan volume 1016 lot saham dengan nilai Rp30,7 juta.

Dalam aksi ini, Bali United mempercayakan PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau underwriter. [hid]

Komentar

Embed Widget
x