Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 21:11 WIB

Klub Bola Bali United Cetak Sejarah di BEI

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 17 Juni 2019 | 10:25 WIB
Klub Bola Bali United Cetak Sejarah di BEI
(Foto: Inilahcom/Eusebio CM)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk secara resmi masuk ke pasar modal Indonesia, yang merupakan emiten klub sepak bola asal Bali yang pertama kali go-public.

Klub sepak bola, Bali United di bawah PT Bali Bintang Sejahtera Tbk catatkan saham perdana dengan kode emiten BOLA pada Senin (17/6/2019) di papan pengembangan. Dengan pencatatan saham ini, Bali United menjadi emiten baru ke-14 sepanjang tahun berjalan 2019.

Dalam perdagangan awal, saham Bali United langsung melesat naik 69,14% ke level Rp296 atau naik 121 poin dari harga penawaran awal sebesar Rp175.

Dalam kurun waktu tersebut, saham BOLA ditransaksikan sebanyak 16 kali frekuensi dengan volume 1016 lot saham dengan nilai Rp30,7 juta.

Dirketur Utama BEI, Inarno Djayadi mengatakan dengan go-public-nya Bali United ini merupakan sejarah besar, karena untuk pertama kalinya klub sepak bola menjadi perusahaan terbuka di tanah air.

"Ini merupakan klub sepakbola yang pertama listing di pasar modal di tanah air, bahkan di ASEAN yang melepas sahamnya ke publik ini langkah luar biasa kita berikan apresiasi kepada Bali United," kata Inarno dalam sambutannya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Informasi saja jumlah saham yang dicatatkan adalah sebesar 6 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri sebesar empat miliar saham dan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar dua miliar saham.

Perseroan menetapkan harga saham IPO Rp175 dengan nilai nominal Rp10 per saham. Total dana yang diraup dari IPO sekitar Rp350 miliar.

"Dengan dilepasnya saham Bali United untuk umum, akan semakin banyak pihak yang bisa mendukung tercapainya visi dan misi Bali United untuk meraih sukses yang berkelanjutan dengan terus berinovasi baik dibidang sepakbola maupun industri olahraga dan hiburan secara luas," kata CEO Bali United Yabes Tanuri.

Sebelumnya perseroan menyatakan dana hasil IPO digunakan untuk perbaikan stadion, anak usaha dan lainnya.

Perseroan telah melakukan masa penawaran umum pada 10-12 Juni 2019, penjatahan pada 13 Juni 2019, pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham secara elektronik pada 14 Juni 2019. Adapun yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas.

Perseroan gelar gerai penawaran umum saham di Denpasar, Bali. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pendukung dan fans Bali United yang sebagian besar berdomisili di Bali untuk ikut investasi saham Bali United.

Adapun Bali United merupakan klub sepak bola pertama yang mencatatkan saham di pasar modal Indonesia.

Komentar

Embed Widget
x