Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 21:23 WIB

PT PP Yakin Selesaikan Proyek Smelter PT CNI

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 16 Juni 2019 | 13:47 WIB
PT PP Yakin Selesaikan Proyek Smelter PT CNI

INILAHCOM, Jakarta - PT PP Tbk (PTPP) mendapatkan kontrak Pembangunan Pabrik Peleburan (Smelter) berteknologi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF) dengan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara.


"Dalam pembangunan proyek Smelter ini, Perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek yang akan bekerjasama dengan partner konsorsium ENFI (BUMN China) dimana Perseroan optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut selama 24 (dua puluh empat) bulan," kata Direktur Operasi 3 Perseroan Abdul Haris Tatang, Minggu (16/6/2019).

Dia mengatakan, dengan keberhasilan Perseroan sebagai kontraktor EPC yang telah memiliki berbagai pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek pembangkit serta minyak dan gas. "Maka saat ini Perseroan mulai terjun ke area industri proses pengolahan mineral," ujar dia.

Dia merinci, proyek Pembangunan Smelter Feronikel yang berlokasi di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara ini akan menelan investasi Rp 4 triliun untuk Tahap 1. Dan akan dilanjutkan tahap berikutnya dengan nilai total investasi mencapai Rp14,5 triliun.

Nah, pabrik Smelter yang memiliki total kapasitas sebesar 4x72 MVA ini ditargetkan akan dapat beroperasi pada tahun 2021. Nantinya diperkirakan akan memproduksi sekitar 229.000 ton Feronikel (FeNi) setiap tahunnya dengan kadar nikel 22-24%.

Pembangunan pabrik Smelter ini menggunakan teknologi RKEF yang terdiri dari 4 (empat) tanur listrik jenis rectangular dimana teknologi ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Pembangunan Smelter Feronikel ini merupakan upaya yang dilakukan oleh PT CNI selaku perusahaan dalam negeri untuk dapat membantu meningkatkan devisa negara di sektor minerba. Selain itu, dengan beroperasinya pabrik Smelter ini, penyerapan tenaga kerja di masyarakat sekitar dipastikan dapat membantu meningkatkan perekonomian.

Sementara Direktur Utama Perseroan Lukman Hidayat mengatakan sampai pada April 2019, Perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp10,57 triliun. Dengan kata lain berhasil merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 21%, dari total target yang ditetapkan oleh Manajemen Perseroan, yaitu sebesar Rp50,30 triliun di tahun 2019.

"Sehingga Manajemen optimistis target kontrak baru tahun ini akan tercapai," kata dia.

Pencapaian kontrak baru sebesar Rp10,57 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar Rp9,23 triliun dan Anak Perusahaan sebesar Rp1,34 triliun.

Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar sebelumnya mengatakan, pembangunan smelter PT CNI merupakan implementasi kebijakan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Groundbreaking smelter ini juga menjadi komitmen pemerintah untuk terus mendorong pelaku usaha pertambangan dalam mendukung upaya percepatan hilirisasi di sektor pertambangan.

"Inilah yang kita inginkan (pembangunan smelter) agar bisa menghasilkan efek nilai tambah yang lebih besar dari sekedar menjual raw material," kata Archandra. Nah Smelter ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2021. [hid]

Komentar

x