Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 05:47 WIB

PT Indofood Siapkan Belanja Modal Rp7 Triliun

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 29 Mei 2019 | 19:09 WIB
PT Indofood Siapkan Belanja Modal Rp7 Triliun
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebanyak Rp7 triliun pada tahun 2019 ini.

Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan belanja modal tahun sebelumnya yang mencapai Rp9,1 triliun.

Direktur INDF, Thomas Tjhie mengatakan dengan belanja modal tersebut ditujukan untuk empat divisi utama bisnis Indofood group. "Capex tahun ini kita siapkan sekitar Rp7 triliun yang bakal kita distribusikan ke group kita. Dimana untuk Group CBP sekitar Rp3,9 triliun, untuk group Bogasari sekitar Rp1,4 triliun, untuk group agribisnis Rp1,9 triliun dan group distribusi sekitar Rp200 miliar," papar Thomas usai RUPST Perseroan di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Thomas menjelaskan untuk sumber pendanaan capex tahun ini, emiten masih mengandalkan internal cash yang di generate dari operasional. "Kita juga kombinasi dari pinjaman bank," katanya.

Selain itu, untuk mendukung sumber pendanaan capex, emiten berharap pertumbuhan penjualan 2019 bisa mencapai single digit. "Pertumbuhan penjualan kita berharap bisa single digit high," katanya.

Tahun lalu INDF mengantongi mengantongi kenaikan laba bersih tipis, sebesar 0,23% secara year on year (YoY) dari tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan mencapai Rp4,16 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp4,15 triliun. Artinya total dividen INDF Rp2,08 triliun.

Adapun ICBP membukukan laba bersih sebesar Rp4,58 triliun pada akhir 2018, meningkat 20,5% dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp3,89 triliun. Ini artinya dividen ICBP yakni Rp2,29 triliun.

Laba usaha produsen Indomie tersebut meningkat 23,5% menjadi Rp6,45 triliun pada tahun 2018 dari tahun sebelumnya Rp5,22 triliun.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) bergerak dalam bidang makanan olahan, bumbu, minuman, kemasan, minyak goreng, pabrik gandum dan pabrik pembuatan karung tepung. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990.

Pemegang saham mayoritas adalah FPIML sebesar 50,07%. Sedangkan saham publik sebesar 49,91%.

Saham INDF berakhir di 6.350 per saham dari pembukaan di Rp6.450 per saham.

Komentar

x