Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 21:20 WIB

PT Bisi Siapkan Rp300 Miliar Bagi Dividen

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 29 Mei 2019 | 10:57 WIB
PT Bisi Siapkan Rp300 Miliar Bagi Dividen
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - PT BISI International Tbk (BISI) segera membagikan dividen sebesar Rp100 per lembar saham dari laba bersih 2018 lalu.

Secara total, emiten produsen bibit hibrida itu menggunakan Rp300 miliar untuk pembagian dividen. Dividen ini akan dibayarkan atas 3 miliar saham.

"Jumlah ini setara dengan 74,29% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2018," kata Direktur Utama BISI Jemmy Eka Putra tentang hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan, Rabu (29/5/2019).

Sepanjang tahun 2018 BISI mencatatkan laba yang naik 0,15% menjadi Rp403,82 miliar dari sebelumnya Rp403,18 di 2017. Sementara itu, penjualan bersihnya menurun tipis 1,73% menjadi Rp2,27 triliun dari sebelumnya Rp2,31 triliun.

PT BISI International Tbk (Sebelumnya bernama PT Benihinti Suburintani) (BISI) didirikan 22 Juni 1983 dengan nama PT Bright Indonesia Seed Industry dan beroperasi secara komersial mulai tahun 1983.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BISI International Tbk, antara lain: PT Agrindo Pratama (induk usaha) (31,00%) dan Midsummer Limited (23,08%). Adapun induk usaha terakhir BISI adalah Great Amazon Holdings Limited dan pengendali terakhir adalah keluarga Jiaravanon. Saham publik sebesar 45,7%.

Kegiatan bisnis usaha BISI meliputi pembibitan dan perdagangan benih jagung, sayuran dan buah-buahan, dan padi. Produk utama yang dihasilkan BISI dan anak usahanya adalah benih jagung (varietas unggul BISI-2, BISI-12, BISI-16, BISI-18 dan BISI-816), benih hortikultura (sayuran dan buah-buahan Timun Hercules), benih padi (varietas unggul padi Intani-2 dan Ciherang) dan pestisida.

Produk benih, pestisida dan pupuk yang dipasarkan oleh BISI dan anak usahanya menggunakan merek Cap Kapal Terbang dan untuk produk pestisida impor menggunakan beberapa merek dari pemilik (prinsipal) merek seperti Turex dan Besmor.

Adapun untuk produk hasil pengembangan sendiri, BISI dan anak usahanya menggunakan merek seperti Rambo, Ranger dan Noxone. [hid]

Komentar

x