Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 05:09 WIB

PT Mitra Pinasthika Bagi Dividen Rp2,1 Triliun

Oleh : Ajat Muhammad | Selasa, 28 Mei 2019 | 19:07 WIB
PT Mitra Pinasthika Bagi Dividen Rp2,1 Triliun
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menaloksaikan laba 2018 sebagai Dividen Final Tunai sebesar Rp480 per saham atau dengan jumlah keseluruhan tidak lebih dari Rp2,11 triliun.

Laba bersih perseroan Tahun Buku 2018 sebesar Rp3,7 triliun, dengan divestasi strategis bisnis pelumas yaitu PT Federal Karyatama. Jumlah alokasi dividen tersebut setara dengan dividend yield 35,6% dari laba tersebut.

Sejak menjual bisnis tersebut pada Juni 2018, perseroan telah melunasi pinjaman Dual Tranche sebesar US$150 juta dan Rp1,25 triliun. Dan sebagai hasilnya neraca Perseroan menjadi kuat.

Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati mengatakan hal ini adalah bagian dari strategi Perseroan untuk menghargai para pemegang saham kami melalui kombinasi pertumbuhan bisnis yang kuat dan distribusi dividen.

"Ketika kita melihat laba bersih dan arus kas di akhir tahun, selalu tidak mudah untuk mencari keseimbangan yang tepat antara berinvestasi kembali pada perusahaan atau memberikan penghargaan kepada para pemegang saham. Kami percaya bahwa kedua tujuan ini sama pentingnya dan bagi MPMX, keduanya adalah prioritas utama kami untuk tahun-tahun mendatang," katanya dalam keterangan perseroan, Selasa (28/5/2019).

Di kuartal pertama di tahun 2019, MPMX berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan yang positif dari seluruh segmen bisnis sebesar Rp3,9 triliun. Artinya meningkat 8,9% dibandingkan periode yang sama di 2018.

Suwito juga menambahkan MPMX optimis masih ada potensi kuat untuk membuka pertumbuhan lebih lanjut dari bisnis yang ada, yaitu di antaranya MPMRent, MPMInsurance dan MPMFinance.

"Kami sangat optimis bahwa pertumbuhan laba akan terus bertumbuh hingga akhir tahun. Selain berfokus pada optimalisasi bisnis yang sudah ada, kami terus mencari peluang merger dan akuisisi di industri otomotif," katanya. [hid]

Komentar

Embed Widget
x