Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 05:44 WIB

Indonesian Tobacco Siap IPO, Lepas 274 Juta Saham

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 28 Mei 2019 | 13:05 WIB
Indonesian Tobacco Siap IPO, Lepas 274 Juta Saham
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan yang bergerak di industri pengolahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melakukan penawaran saham perdana atau Inititial Public Offering (IPO).

Direktur Utama PT Indonesian Tobacco, Djonny Saksono mengatakan, Indonesian Tobacco menawarkan sebanyak-bangaknya 274.060.000 per lembar saham atau setara 29,13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana, yang merupakan saham baru dari Portopel.

"Perseroan menawarkan harga saham dengan rentang Rp180 sampai Rp230 per lembar saham dengan nilai nominal Rp50 per lembar saham," kata Djonny usai due diligence perseroan di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Djonny mengatakan, target perolehan dana sebesar Rp49,33 miliar hingga Rp63,03 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan stok bahan baku seiring dengan rencana ekspor ke India dan berpotensi merambah pasar China.

Djonny menjabarkan, saat ini ekspor perusahaan sudah menapaki pasar Malaysia, Singapura, dan Jepang. Untuk merambah pasar India perlu stok yang banyak sesuai dengan kebutuhan pasar.

"India sangat besar 1,5 miliar juta jiwa. Harus persiapkan bahan baku sesuai yang mereka suka dan dibutuhkan. Ada juga rencana ke China. Menyiapkan bahan baku industri rokok ini perlu izin dan panen setahun sekali. Kita harus beli sebanyak mungkin dan simpan setahun. Sebelum kesana harus siapkan bahan baku," tuturnya.

Untuk memuluskan rencana IPO tersebut, perusahaan menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Masa penawaran awal (bookbuilding) dijadwalkan pada 27 Mei 2019 hingga 31 Mei 2019, dengan perkiraan tanggal efektif 21 Juni 2019. Kemudian, perkiraan masa penawaran umum pada tangga 25 Juni-1 Juli 2019, dengan perkiraan penjantahan pada 2 Juli 2019. Sehingga diharapkan dapat melantai di BEI tanggal 4 Juli 2019.

"Tanggal listing untuk bisa dilaksanakan 4 Juli bukan hari kemerdekaan Amerika Serikat, tapi untuk mengenang, ulang tahun ayah saya," katanya. [hid]

Komentar

Embed Widget
x