Find and Follow Us

Senin, 26 Agustus 2019 | 01:53 WIB

BEI Tambah Kriteria Notasi Emiten Bermasalah

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 27 Mei 2019 | 15:03 WIB
BEI Tambah Kriteria Notasi Emiten Bermasalah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) rencananya akan menambah kriteria notasi pada kode saham emiten yang mengalami persoalan. Rencananya, penambahan kriteria notasi tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2019 ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan rencana tersebut menjadi rencana kerja bursa pada tahun ini. "Kita lihat pemberian notasi khusus prioritas, dengan pengembangan bukan hanya tujuh kriteria yang sudah ada, " kata Nyoman di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Ia menjelaskan, beberapa kriteria tambahan telah dikantonginya, seperti sanksi dari regulator atau otoritas emiten tersebut bernaung. Misalnya, dari OJK dan Bursa. "Tambahan kriteria ini untuk memberi pengetahunan kepada investor," kata dia.

Selain itu, kata dia, kriteria lainya yang akan masuk dalam tambahan notasi khusus itu adalah pembatasan usaha dari regulator industri emiten itu bernaung. "Misalnya, kementerian ESDM yang menaungi emiten pertambangan, energy dan Migas itu juga dipertimbangkan," kata dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan indikator fundamental seperti rasio price earning atau PE akan menjadi tambahan kriteria notasi khusus. Hal itu terkait dengan perbandingan PE Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) dan eemiten, serta perbandingan dengan industri atau rata-rata industri.

"Misalnya PE Industri di angka 7 Kali tapi si emiten malah 14 kali ini jadi kami pikirkan apakah perlu ada tambahan notasi," urai dia.

Terakhir, kata dia, kriteria yang akan masuk dalam notasi khusus adalah kasus hukum yang tengah mendera direksi dan komisaris. "Dari ragam kriteria itu kita lihat mana yang akan menjadi prioritas jadi pertimbangkan masuk dalam notasi khusus dan kalau empat-empatnya lebih bagus," urai Nyoman.

Untuk diketahui saat ini BEI memberlakukan tujuh notasi khusus pada kode saham emiten. Dengan rincian, B untuk adanya permohonan pernyataan Pailit, M untuk adanya permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), E untuk laporan keuangan terakhir menunjukan ekuitas negative.

Kode S untuk laporan keuangan terakhir menunjukan tidak ada pendapatan usaha, A adanya Opini Tidak wajar, D untik opini tidak menyatakan pendapat dan L untuk perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan.

Sedangkan hingga tanggal 27 Mei 2019, BEI mengenakan notasi khusus terhadap 64 emiten dan didominasi belum menyampaikan laporan keuangan terkahir. [hid]

Komentar

Embed Widget
x