Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 05:50 WIB

Ini Alasan PT Panca Budi Incar Laba Hanya Naik 6%

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 27 Mei 2019 | 13:45 WIB
Ini Alasan PT Panca Budi Incar Laba Hanya Naik 6%
(Foto: Inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) menargetkan pertumbuhan laba bersih 6% pada akhir tahun 2019.

Dengan demikian, pertumbuhan laba emiten produsen plastik mengalami perlambatan dibanding tahu 2018 sebesar 29%.

Presiden Direktur PBID, Djonny Taslim menjelaskan penurunan pertumbuhan laba tersebut disebabkan membengkaknya beban pokok penjualan. Tepatnya, perseroan tengah melakukan perluasan jaringan penjualan ke Indonesia Timur.

"Laba tertekan karena kami banyak membuka jaringan pemasaran di Indonesia timur seperti Bali, NTT, Makassar dan Jawa Timur," kata dia di gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (27/5/2019).

Ia melanjutkan penjualan perseroan tetap mengalami peningkatan sebesar 15% dibanding tahun 2018 sebesar Rp4,353 triliun. Tetapi target itu mengalami penurunan dibanding pertumbuhan pendapatan tahun 2018 sebesar 24,72%. "Kami harap penjualan sepanjang tahun 2019 mencapai Rp5 triliun," kata dia.

Selain itu, jelas dia, penurunan kinerja itu seriring dengan melemahnya permintaan kantong plastik dari pusat perbelanjaan. "Pemintaan dari super market mengalami penurunan sekitar 5%," kata dia.

Sementara itu, pada kuartal I 2019 emiten plastik tersebut membukukan laba bersih Rp63,62 miliar atau turun 18,58% dibanding kuartal I 2018. Sedangkan penjualan mengalami kenaikan 22,3% menjadi Rp1,205 triliun dan beban pokok penjualan naik 27,91% menjadi Rp1,054 triliun.

PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) didirikan pada tanggal 10 Januari 1990.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Panca Budi Idaman Tbk, yaitu: PT Alphen Internasional Corporindo (74,67%) dan Djonny Taslim (5,33%). Saham publik sebesar 13,87%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PBID adalah bergerak dalam bidang industri plastik terpadu. Kegiatan usaha yang dijalankan saat ini adalah memproduksi dan memdistribus produk kantong plastik dan produk lainnya; serta perdagangkan biji plastik.

Merek-merek utama kantongan plastik yang dimiliki adalah Pluit, Tomat, Bangkuang, Jeruk, Cabe, 222, 007, Wayang, Gapura, Sparta, Liberty, Dayana, Dayak, dan PB. [hid]

Komentar

x