Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 06:28 WIB

IHSG Miliki Potensi Naik

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 27 Mei 2019 | 05:21 WIB
IHSG Miliki Potensi Naik
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Secara teknikal IHSG terlihat bergerak di fase downtrend mendekati resistance dari tren penurunannya yang saat ini berada di kisaran gap 6.107-6.135.

Praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko menjelaskan diperkirakan IHSG masih akan tertahan oleh resistance tersebut dan kemungkinan cenderung bergerak sideways pada pekan ini, jelang libur panjang sebelum masuk hari raya Lebaran.

Indikator teknikal terlihat mulai agak kondusif, dimana Stochastic bergerak naik, sedangkan MACD berpotensi kembali golden cross. Selama belum mampu menembus ke atas resistance dari tren turunnya, maka IHSG berpotensi mengalami konsolidasi dikisaran 5.918-6.117 pada pekan ini. "Jika IHSG berhasil tembus ke atas down trend resistance line dan melewati garis MA 200 nya yang saat ini berada di 6.154, maka IHSG berpeluang mengakhiri kondisi terburuknya dan akan bagus untuk ke depannya," katanya seperti mengutip dari hasil risetnya, Minggu (26/5/2019).

Untuk pekan ini, memasuki pekan terakhir sebelum libur panjang menyambut Lebaran, masih ada potensi bagi IHSG untuk bergerak menguat terbatas di awal pekan. "Setelahnya IHSG akan dihadapi dengan aksi ambil untung dan kemungkinan cenderung bergerak sideways, setelah mengalami rebound yang cukup kencang pada pekan lalu."

Selain itu sebagian dari para pelaku pasar diperkirakan akan melepas sebagian portfolionya untuk memegang cash jelang libur panjang, guna mengurangi resiko selama liburan mengingat kondisi market global masih dipenuhi oleh ketidakpastian perang dagang antara AS-China dan juga perlambatan ekonomi dunia.

Pekan ini tidak ada data dan kejadian ekonomi penting dari dalam negeri yang ditunggu oleh pelaku pasar. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah Selasa 28 Mei 2019: Rilis data keyakinan konsumen Jerman, Rilis data keyakinan bisnis zona eropa. Rabu 29 Mei 2019 : Rilis data GDP Prancis.

Kamis 30 Mei 2019 : Rilis data izin bangunan Australia, Rilis data GDP AS. Jumat 31 Mei 2019 : Rilis data keyakinan konsumen Inggris, Rilis data manufaktur China.

Dengan meredanya situasi politik dalam negeri dan IHSG telah berhasil rebound dari penurunan tajam, maka untuk pekan ini pasar akan kembali tenang dan cenderung berkonsolidasi. Selain itu drama politik diperkirakan baru akan berlanjut setelah IHSG kembali dari libur panjang lebaran, karena pasangan capres oposisi menggugat hasil pilpres ke MK dan sidang baru akan dilangsungkan pada bulan depan.

Trump Hijaukan Wall Street
Bursa Wall Street berhasil menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan setelah komentar positif Presiden AS Donald Trump mengenai hubungan perdagangan antara AS dengan China. Trump mengatakan bahwa ia melihat resolusi untuk menyelesaikan perang dagang dan menegaskan bahwa negosiasi dengan China secepatnya selesai.

Dow Jones naik 95,22 poin (+0,37%) menjadi 25.585,69, S&P 500 menguat 3,82 poin (+0,14%) menjadi 2.826,06 dan Nasdaq menambahkan 8,73 poin (+0,11%) menjadi 7.637,01. Namun dalam sepekan, Bursa Saham AS melemah karena terbebani oleh kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS-China akan mengakibatkan perlambatan ekonomi global. Untuk sepanjang minggu lalu, Dow Jones turun -0,69%, S&P 500 melemah -1,17%, dan Nasdaq anjlok -2,29%.

Asing Net Sell
Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil naik 24,65 poin (+0,41%) ke posisi 6.057,35 pada akhir pekan. Investor asing melakukan aksi jual dengan membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 156 miliar. Dalam sepekan, IHSG berhasil menguat +3,95%, meski investor asing masih terus mencetak penjualan bersih senilai Rp 2,07 triliun di pasar reguler.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, IHSG berhasil rebound pada pekan lalu, setelah terus tertekan turun selama 4 pekan berturut-turut sebelumnya. Meski diwarnai oleh drama pasang-surut perang dagang antara AS dan China, serta ditengah pekan diliputi oleh gejolak politik akibat demo besar-besaran di Jakarta yang memicu kericuhan, IHSG mampu berbalik arah akibat kondisinya yang sudah sangat oversold. Aksi bargain hunting dilakukan oleh investor lokal dengan melakukan akumulasi beli, ditengah aksi jual yang terus dilakukan oleh investor asing.

IHSG akhirnya berhasil kembali berada di atas level psikologis 6.000 lagi, setelah sebelumnya di awal pekan sempat menyentuh level terendahnya tahun ini di 5.767. Keberhasilan pemerintah yang baik dalam menjaga stabilitas politik dalam negeri dan kondisi situasi keamanan Jakarta yang kembali kondusif pasca aksi demo yang dilakukan oleh pihak oposisi dengan menolak hasil Pilpres 2019 pada tanggal 21 dan 22 Mei lalu, berhasil mengangkat kepercayaan diri investor lokal untuk kembali masuk ke market.

Komentar

Embed Widget
x