Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 08:54 WIB

PT Arpeni Pratama Catat Rugi Naik Jadi Rp616,48 M

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 24 Mei 2019 | 14:17 WIB
PT Arpeni Pratama Catat Rugi Naik Jadi Rp616,48 M
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) per 31 Maret 2019 mencatatkan rugi bersih senilai Rp616,48 miliar atau naik dari periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp69,38 miliar.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (24/5/2019). Jelasnya, dalam laporan keuangan tersebut tertulis pendapatan jasamenjadi Rp119,89 miliar atau mengalami penurunan 21,18% dari Rp152,07 miliar.

Tetapi, beban jasa mengalami penurunan 22,18% dari Rp110,08 miliar menjadi Rp85,64 miliar pada akhir kuartal I 2019. Pada sisi defisiensi modal, tercatat minus Rp5,946 triliun atau turun tipis dibanding akhir tahun 2017 sebesar Rp5,993 triliun.

Sedangkan kewajiban tercatat senilai Rp6,862 triliun atau mengalami penurunantipis dibanding akhir tahun 2018 senilai Rp6,889 triliun. Sementara total aset menjadi Rp916,3 miliar atau naik 2,24% dibanding akhir tahun 2018 senilai Rp896,2 miliar.

PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) didirikan tanggal 4 Oktober 1975 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1977.

Saat ini, Arpeni mempunyai kantor cabang di Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Surabaya, Tanjung Priok Jakarta, Panjang Lampung, Sampit, Medan, Kota Baru, Paiton Jawa Timur, Semarang, Tuban, Jepara dan Singapura.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Arpeni Pratama Ocean Line Tbk, antara lain: PT Mandiri Sanni Pratama (induk usaha dan induk usaha terakhir) (76,024%) dan PT Ayrus Prima (7,276%).

Ruang lingkup kegiatan bisnis APOL adalah bergerak dalam bidang pengangkutan domestik dan internasional, terutama mengusahakan dan menjalankan pengangkutan barang dengan kapal laut, serta melaksanakan pembelian dan penjualan kapal-kapal.

Komentar

Embed Widget
x