Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 05:58 WIB

PT Gihon Siapkan Rp150 M Bangun Menara Baru

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 24 Mei 2019 | 14:01 WIB
PT Gihon Siapkan Rp150 M Bangun Menara Baru
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) menyiapkan dana Rp150 miliar belanja modal untuk memperluas jaringan dengan membuka tower atau menara telekomunikasi baru.

Direktur Independen GHON, Monika Ferolina mengatakan dana perseroan tersebut berasal dari pinjaman bank swasta. "Tahun ini capital expenditure (belanja modal) sekitar Rp150 miliar semuanya untuk membangun menara baru, kami dapatkan pinjaman dari Bank UoB," kata Monika di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Untuk tahun ini, lanjut Monika, sumber pendapatan perseroan masih mengandalkan dari beberapa pertumbuhan network perusahaan, antara lain yang terbesar masih dari PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Sesuai rencana awal, perusahaan berencana untuk menambah jumlah menara di tahun ini. Dengan memaksimalkan pertumbuhan jaringan dari XL Axiata selaku sumber pendapatan GHON. "Kami juga berusaha untuk meraih cash flow yang sehat untuk men-support pembangunan menara," katanya.

Menurut Monika, saldo pinjaman bank per 31 Maret 2019 senilai Rp27,8 miliar atau menurun dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2018 yang sebesar Rp40,2 miliar. "Ini terjadi karena kami telah menurunkan kewajiban dari hasil penerimaan kas bersih operasional," ujar Monika.

Di tempat yang sama, Direktur Utama GHON, Rudolf P Nainggolan mengatakan target pertumbuhan di 2019 dari bisnis organik sebesar 16% untuk portofolio. Sedangkan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA sebesar 11%. "Pendapatan di 2019 akan menjadi Rp120,66 miliar dan 80% EBITDA sebesar Rp96,54 miliar," katanya.

Rudolf melanjutkan, peningkatan portofolio bisnis organik sebesar 16% tersebut akan mendorong kepemilikan 645 sites dan 300 kolokasi serta 945 penyewaan. Per 31 Maret 2019, GHON memiliki 845 penyewaan yang terdiri dari 557 sites telekomunikasi dan 288 kolokasi.

"Rasio kolokasi GHON per 31 Maret 2019 meningkat menjadi 1,52 atau meningkat dibandingkan per akhir 2018 hanya 1,47. Pada 2019 ini, rasio kolokasi kami minimal 1,4," ucap Rudolf.

PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) didirikan pada tanggal 27 Juli 2001 dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2001.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk, yaitu: Rudolf Parningotan Nainggolan (54,87%), Hotma Linda Ebigail Sirait (8,66%) dan PT Gihon Nusantara Tujuh (7,22%). Saham publik sebesar 9.09%.

Ruang lingkup kegiatan bisnis GHON adalah berusaha dalam bidang jasa, khususnya penunjang telekomunikasi. Kegiatan usaha utama GHON adalah menyewakan tower space pada sites sebagai tempat pemasangan perangkat telekomunikasi milik penyewa untuk transmisi sinyal berdasarkan skema perjanjian sewa jangka panjang. Saat ini, Gihon mengoperasikan sekitar 443 newsites menara telekomunikasi dan 192 kolokasi.

Pada tanggal 26 Maret 2018, GHON memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham GHON (IPO) kepada masyarakat sebanyak 152.882.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp1.170 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 09 April 2018.

Saat ini harga saham GHON di Rp1.225 per saham.

Komentar

x