Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 02:51 WIB

Inilah Alasan Laba Blue Bird Turun Jadi Rp88,76 M

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 22 Mei 2019 | 15:40 WIB
Inilah Alasan Laba Blue Bird Turun Jadi Rp88,76 M
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Keuangan PT Blue Bird Tbk (BIRD), Sandy Permadi mengungkapkan, penurunan laba bersih Perseroan di Kuartal I-2019 menjadi Rp88,76 miliar disebabkan oleh peningkatan sejumlah biaya operasional.

"Pada kuartal pertama tahun ini bisnis kami bertumbuh di top line, tetapi ada tekanan di bottom line yang disebabkan peningkatan biaya-biaya operasional," kata Sandy usai RUPS Tahunan BIRD di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/5/2019).

Pada Kuartal I-2019 nilai pendapatan BIRD sebesar Rp976,75 miliar atau meningkat tipis dibandingkan periode yang sama di 2018 sebesar Rp973,38 miliar. Sedangkan, laba bersih kuartal pertama tahun ini tercatat Rp88,76 miliar atau menurun dibanding raihan di Kuartal I-2018 yang mencapai Rp98,92 miliar.

Sandy menjelaskan, penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh peningkatan sejumlah biaya operasional BIRD. Pada Kuartal I-2019, beban usaha BIRD mencapai Rp163,45 miliar atau melambung dibanding beban usaha di tiga bulan pertama 2018 yang senilai Rp139,4 miliar.

Perlu diketahui, laba per saham BIRD di kuartal pertama tahun ini menurun menjadi Rp36 per unit. Sandy menambahkan, pada RUPS Tahunan hari ini para pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp182,6 miliar atau setara dengan Rp73 per saham.

Menurut Sandy, pada tahun ini Perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp1,5 triliun. Dia menyebutkan, pada tahun ini BIRD akan menyediakan Rp3s0 miliar untuk pengadaan dan peremajaan armada.

PT Blue Bird Tbk (BIRD) didirikan tanggal 29 Maret 2001 dan memulai kegiatan komersial pada tahun 2001. Saat ini, Blue Bird dan anak usaha beroperasi di beberapa lokasi di Indonesia yaitu Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Bali, Bandung, Banten, Batam, Lombok, Manado, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Surabaya, Makassar dan Bangka Belitung.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Blue Bird Tbk, yaitu: PT Pusaka Citra Djokosoetono (37,17%), Purnomo Prawiro (9,56%), Kresna Priawan Djokosoetono (5,97%), Sigit Priawan Djokosoetono (5,97%), Bayu Priawan Djokosoetono (5,97%) dan Indra Priawan Djokosoetono (5,97%). Saham publik sebesar 18,7%.

Kegiatan bisnis PT Blue Bird adalah bergerak dalam bidang pengangkutan darat, jasa, perdagangan, industri dan perbengkelan. Kegiatan usaha utama Blue Bird adalah bergerak dalam bidang transportasi taksi (Blue Bird dan Pusaka), taksi eksekutif (Silver Bird), kendaraan limusin dan sewa mobil serta bus (Golden Bird dan Big Bird).

Saat ini saham BIRD di Rp2.990 per saham dari pembukaan di Rp3.000 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham BIRD di Rp3.550 per saham pada penutupan 29 Maret 2019. Untuk harga terendah di Rp2.240 per saham pada penutupan 7 September 2018.

Komentar

Embed Widget
x