Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 06:06 WIB

Penjualan Semen Dalam Negeri Lesu

PT Indocement Catat Pendapatan Naik 8,5%

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 22 Mei 2019 | 10:01 WIB
PT Indocement Catat Pendapatan Naik 8,5%
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan volume penjualan semen domestik sebesar 4,2 juta ton pada kuartal I 2019. Artinya mengalami penurunan sebesar 1,2% (49 ribu ton) lebih rendah dari penjualan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama INTP, Christian Kartawijaya mengatakan penurunan penjualan semen mereka karena kondisi pasar dalam negeri yang cukup lesu, hal itu terlihat dari permintaan semen domestik nasional yang turun sebesar 0,4%, sehingga mengakibatkan pangsa pasar perseroan menurun sedikit dari 26,4% di kuartal I 2018 menjadi 26,2% pada kuartal I 2019.

"Meski volume penjualan lesu, tapi pendapatan neto perseroan meningkat sebesar 8,5% menjadi Rp3,7 triliun yang di dorong oleh peningkatakan harga jual sebesar 6,0% dan di topang oleh peningkatan volume penjualan sebesar 2,4%," kata Cristian Selasa (21/5/2019).

Untuk mengimbangi peningkatan biaya produksi karena kenaikan harga beli batubara, bahan bakar, dan biaya pengepakan, juga melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar pada tahun 2018, maka Perseroan menaikkan rata-rata harga jual di seluruh Indonesia. Rata-rata harga jual naik sejak kuartal III dan kuartal IV 2018 dan tetap stabil di kuartal I 2019.

Beban Pokok Pendapatan per ton pada kuartal I 2019 meningkat, utamanya disebabkan karena naiknya Beban Pabrikasi sehubungan dengan biaya perbaikan di beberapa pabrik pada masa di mana volume penjualan lebih rendah, juga disebabkan karena tingginya Beban Pengepakan yang disebabkan karena perubahan materi pengepakan.

Beban Pokok Pendapatan di kuartal I 2019 naik sebesar 4,7% karena meningkatnya volume penjualan sebesar 2,4% dan juga ditambah dengan meningkatnya Beban Pokok Pendapatan per ton sebesar 2,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, atau dari Rp2,5 triliun menjadi Rp2,6 triliun.

Hasilnya, Laba Bruto meningkat sebesar 17,9% menjadi Rp 1,2 triliun dibandingkan dengan Rp 987 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Marjin Laba Bruto meningkat sebesar 250 bps dari 28,7% menjadi 31.2% di Kuartal I - 2019.

Marjin EBITDA mengalami peningkatan sebesar 260 bps dari 16,3% menjadi 18,9% pada Kuartal I - 2019. Sedangkan Marjin Laba Usaha juga meningkat sebesar 370 bps dari 6,9% menjadi 10,6% pada Kuartal I - 2019.

Perseroan mencatat Pendapatan Keuangan Neto yang lebih tinggi sebesar 16,1% dari Rp86,2 miliar pada kuartal I 2018 menjadi Rp100,1 miliar pada kuartal I 2019 karena meningkatnya tingkat suku bunga.

Laba Periode Berjalan pada Kuartal I 2019 naik sebesar 50,2% menjadi Rp396,9 miliar (Kuartal I 2018, Rp264,3 miliar) terutama disebabkan karena perbaikan faktor makro ekonomi.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) didirikan tanggal 16 Januari 1985 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1985.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, yaitu: Brichwood Omnia Limited, Inggris (induk usaha) (51,00%). Adapun induk usaha terakhir kelompok usaha Indocement adalah HeidebergCement AG. Saham publik sebesar 49%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan INTP antara lain pabrikasi semen dan bahan-bahan bangunan, pertambangan, konstruksi dan perdagangan. Indocement dan anak usahanya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap pakai, serta tambang agregat dan trass.

Produk semen Indocement adalah Portland Composite Cement, Ordinary Portland Cement (OPC Tipe I, II, dan V), Oil Well Cement (OWC), Semen Putih dan TR-30 Acian Putih. Semen yang dipasarkan Indocement dengan merek dagang "Tiga Roda".

Saham INTP bergerak ke Rp18.750 per saham dari pembukaan di Rp18.500 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham INTP di Rp22.700 per saham pada penutupan 4 April 2019. Untuk harga terendah di Rp12.875 per saham pada penutupan 28 Juni 2018.

Komentar

x