Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 06:37 WIB

Astrindo Nusantara Incar 9 Proyek Capai US$2,5 M

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 21 Mei 2019 | 15:50 WIB
Astrindo Nusantara Incar 9 Proyek Capai US$2,5 M
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) tengah melakukan uji kelayakan sembilan proyek infrastruktur energy, dengan total investasi senilai US$2,5 miliar.

Jika sembilan proyek itu berjalan, maka emiten energi tersebut berpotensi mendapatkan tambahan penghasilan sebesar US$400 juta per tahun.

Hal itu disampaikan Direktur Keuangan BIPI, Michael Wong di Jakarta, Selasa (21/5/2019). "Satu dari sembilan proyek sudah akan jalan di kuartal II 2019," kata dia.

Ia menambahkan, sembilan proyek infrastruktur energy tersebut dengan kontrak sepanjang 20 tahun ini akan didanai sebagian dari right issue dengan melepas sebanyak-banyaknya 7 miliar saham baru dan 14 miliar eksekusi waran yang menyertai right issue.

"Kami harap dapat mengantungi pernyataan efektif dari OJK pada akhir Juni 2019," ucap dia.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga memastikan telah mengantungi investor strategik sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi tersebut. Meski demikian, dia enggan menyebutkan identitas pembeli siaga tersebut.

"Nanti jika sudah dapat ijin OJK akan kami umumkan," ucap dia.

Selain itu, lanjut dia, untuk menutupi pendanaan investasi proyek infrastruktur energi, perseroan akan menggandeng investor lainnya.

"Investornya bisa dari luar dan dalam negeri," kata dia.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) (dahulu PT Benakat Integra Tbk) bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi dan lain-lain; pelabuhan dan crusher dan jasa perdagangan dan pertambangan. Perusahaan memulai operasinya di tahun 2007.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) (dahulu PT Benakat Integra Tbk) bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi dan lain-lain; pelabuhan dan crusher dan jasa perdagangan dan pertambangan. Perusahaan memulai operasinya di tahun 2007.

Pada bulan Mei tahun 2018 lalu, PT Benakat Integra Tbk mengubah nama menjadi PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. sejalan dengan upaya perseroan beralih dari bisnis minyak dan gas bumi menjadi infrastruktur.

Alasan perseroan beralih ke bisnis infrastruktur karena dinilai lebih prospektif dan lebih yakin akan dapat mengembangkan proyek infrastruktur hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Proses peralihan bisnis tersebut dimulai pada pada akhir 2017, perseroan telah melakukan Penambahan Modal Tanpa hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau private placement. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas 3.650.817.000 saham baru dengan harga Rp50 per saham.

Saham baru tersebut diserap oleh lima investor yakni PT Risco Investama Lestari, Knight Investments Pte. Ltd., PT Baskara Timur Kencana, PT Inti Bumi Artha, dan PT Geolink Indonesia. Penghimpunan dana tersebut dilakukan untuk pengembangan usaha dan modal kerja perseroan. [hid]

Komentar

x