Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 05:50 WIB

Kerap Sengketa, Transaksi Repo Ritel Wajib Lapor

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 21 Mei 2019 | 13:09 WIB
Kerap Sengketa, Transaksi Repo Ritel Wajib Lapor
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen - (Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewacanakan wajib lapor bagi transaksi repo yang dilakukan pemegang saham di bawah 5%, dilakukan di luar bursa. Demi lebih menjamin pengawasan.

Hal itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/5/2019). "Kalau pemegang saham di bawah 5%, setiap ada perubahan kepemilikan saat ini tidak diatur, maka akan diatur setiap repo di luar bursa akan wajib dilaporkan," kata dia.

Hoesen menjelaskan, rencananya kewajiban tersebut akan diatur melalui Peraturan OJK dan Peraturan SRO (self regulatory organization) pasar modal dalam hal ini BEI, KSEI dan KPEI. "Peraturan kewajiban pelaporan itu bisa diatur oleh kedua-duanya (OJK-SRO)," ucap dia.

Ia menambahkan, peraturan itu penting, karena selama ini pelaku transaksi repo juga banyak dilakukan oleh pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5%. "Jadi transaksi repo akan lebih tranparan," kata dia.

Selama ini, lanjut dia, transaksi repo baik yang dilakukan oleh pemegang saham dengan kepemilikan lebih 5% atau kurang 5% akan terpantau jika melibatkan anggota bursa (AB) selaku perantara perdagangan efek. Sayangnya, berapa transaksi repo oleh pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5% dilakukan secara bilateral atau di luar bursa. "Nah, transaksi antar investor itu yang sedang kami pikirkan kewajibannya. Tapi jangan sampai membatasi hak-hak investor," jelas dia. [ipe]




Komentar

x