Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 19:29 WIB

Jelang 22 Mei, Investor Asing Khawatir Juga

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 20 Mei 2019 | 12:05 WIB
Jelang 22 Mei, Investor Asing Khawatir Juga
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jelang aksi protes hasil Pemilihan Umum (Pemilu) yang bakal digelar lusa mendatang atau 22 Mei 2019, ternyata cukup membuat kalangan investor khawatir termasuk para investor asing.

"Ada, ada yang khawatir (asing), walaupun mungkin yang asing lebih banyak, at the moment, concern-nya lebih kepada faktor fundamental dan juga mungkin karena kondisi makro saat ini," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia (BEI), Laksono Widodo saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Pada perdagangan saham akhir pekan lalu, para investor asing masih mengalami aksi jual dengan net foreign sell sebesar Rp789,27 miliar. Laksono menambahkan protokol krisis saat ini belum perlu dilakukan lantaran penurunan indeks masih berkisar 1% sampai 2%.

"Protokol krisis selalu ada, cuma kita biasanya kan lihat ke pasar bahwa apabila dalam sehari itu mulai turun lebih dari 2%, kalau 5% kita mulai meeting dengan para otoritas, dan sampai dengan turun 10% itu ada auto-hold. Jadi kita juga mempersiapkan itu," katanya.

Pada akhir pekanllalu, IHSG melemah 68,87 poin (-1,17%) ke posisi 5.826,86. Investor asing terus mencatatkan net sell dengan melepas saham di pasar reguler senilai Rp852 miliar. Dalam sepekan IHSG anjlok -6,16% dengan disertai keluarnya dana asing sebesar Rp3,98 triliun di pasar reguler.

Penurunan indeks dalam 5 hari perdagangan berturut-turut menggenapi pelemahan IHSG selama sepekan. Praktis dengan penurunan tersebut, sepanjang pekan kemarin tidak ada sehari pun IHSG berakhir di zona hijau.

Kondisi ini menenggelamkan IHSG, sehingga secara year to date IHSG turun -5,93% di tahun 2019 ini, menyentuh level terendah 6 bulan sejak November 2018. [hid]


Komentar

Embed Widget
x