Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 06:17 WIB

Selama Mei IHSG Turun 10%, Regulator Kurang Aktif

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 20 Mei 2019 | 11:50 WIB
Selama Mei IHSG Turun 10%, Regulator Kurang Aktif
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang perdagangan bulan Mei 2019, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan 10%.

Dengan kondisi itu, berapa kalangan menilai sudah saatnya regulator berperan aktif untuk menenangkan pasar. Pendapat itu disampaikan mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio melalui pesan singkat, Senin (20/5/2019).

"Reaksi aktif otoritas mungkin diperlukan setidaknya untuk menahan yang mau kabur dari pasar,"kata dia.

Ia berharap, otoritas pasar mungkin bisa meningkatkan "efisiensi" informasi sesuai konsepnya dengan terus menebar berita positif berdasarkan data. Misalnya likuiditas, velocity, tingkat keaktifan retail yang tinggi, jumlah investor domestik peraturan baru yang terus konsdusif, beroperasinya securities financing.

"Ini harus dilakukan dengan menemui langsung pelaku pasar," kata dia.

Ia menilai sentiment perang dagang antara Amerika Serikat dan China buka sebagai penyebab utama penurunan IHSG dan turunnya kapitalisasi pasar bursa hingga Rp1.000 triliun dalam satu bulan belakangan ini.

Pada akhir pekanllalu, IHSG melemah 68,87 poin (-1,17%) ke posisi 5.826,86. Investor asing terus mencatatkan net sell dengan melepas saham di pasar reguler senilai Rp852 miliar. Dalam sepekan IHSG anjlok -6,16% dengan disertai keluarnya dana asing sebesar Rp3,98 triliun di pasar reguler.

Penurunan indeks dalam 5 hari perdagangan berturut-turut menggenapi pelemahan IHSG selama sepekan. Praktis dengan penurunan tersebut, sepanjang pekan kemarin tidak ada sehari pun IHSG berakhir di zona hijau.

Kondisi ini menenggelamkan IHSG, sehingga secara year to date IHSG turun -5,93% di tahun 2019 ini, menyentuh level terendah 6 bulan sejak November 2018.

Komentar

Embed Widget
x