Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 11:31 WIB

BIPI Targetkan EBITDA US$160 Juta

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 18 Mei 2019 | 06:09 WIB
BIPI Targetkan EBITDA US$160 Juta
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk - (Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk, emiten berkode BIPI, semakin serius menggarap bisnis infrastruktur energi terintegrasi. Keseriusannya tercermin dalam Laporan Keuangan BIPI 1Q 2019.

Mengutip laporan keuangan tersebut, Jakarta, Jumat (17/5/2019), Perseroan berhasil mengantongi pendapatan US$16,04 juta pada 1Q 2019. Realisasi ini meningkat secara signifikan dari US$0,37 pada kuartal 1Q 2018 sebagai dampak konsolidasi Laporan entitas anak, PT Mitratama Perkasa (MP) yang sebelumnya dicatat sebagai entitas ventura bersama.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan tersebut, beban pokok pendapatan Perseroan meningkat menjadi US$2,45 juta dari sebelumnya sebesar US$0,47 juta. Meskipun demikian, Laba Kotor tetap positif sebesar US$13,59 juta dari sebelumnya rugi sebesar US$0,1 juta.

Sebagaimana diketahui, Perseroan telah sukses melakukan restrukturisasi pinjaman dan mendapat pinjaman baru sebesar US$235 juta di akhir tahun 2018 dengan tingkat bunga lebih rendah dan jangka waktu pengembalian yang lebih panjang.

Dampak dari restrukturisasi tersebut, beban keuangan menurun pada 1Q 2019 sebesar 30,6% dari US$21,99 juta pada 1Q 2018 menjadi US$15,27 juta.

Perseroan juga telah mencatat laba bersih sebesar US$8,61 juta pada kuartal 1Q 2019 setelah sebelumnya rugi sebesar US$2,75. Dari sisi EBITDA, Perseroan memperoleh US$41 juta pada 1Q 2019, meningkat bila dibandingkan dengan 1Q 2018 yang sebesar US$36,2 juta.

Secara keseluruhan, secara konsolidasi dari sisi EBITDA Perseroan menargetkan US$160 juta di tahun 2019, meningkat dari 2018 yang sebesar US$145 juta. Target Pendapatan adalah sebesar US$212 juta, yang meningkat dari tahun sebelumnya sebesar US$209 juta.

Ray Anthony Gerungan, Direktur Utama Perseroan, menyatakan bahwa setelah Perseroan menerima persetujuan dari pemegang saham pada 16 Mei 2019 untuk menjaminkan aset-asetnya, Perseroan akan melakukan usaha percepatan dalam mengembangkan proyek-proyek baru. Perusahaan saat ini sedang melakukan studi kelayakan atas 9 (sembilan) proyek yang diharapkan studi pertamanya selesai pada 3Q 2019.

Beberapa proyek awal akan fokus pada perluasan infrastruktur yang ada untuk meningkatkan kapasitas penanganan batubara Perusahaan hingga 24 -30 juta ton dalam jangka waktu 3 tahun. Proyek-proyek ini juga akan berdampak pada menurunnya biaya penanganan batubara dan memberikan keunggulan kompetitif di pasar bagi klien Perseroan.

Saat ini, Perseroan sedang mengkaji biaya proyek dengan total perkiraan biaya US$2,45 miliar dan potensi pendapatan tahunan lebih dari US$1 miliar dengan EBITDA US$400 juta. [ipe]


Komentar

x