Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 13:44 WIB

RUPST BBTN Setujui Pengurus Baru dan Caplok PNMIM

Sabtu, 18 Mei 2019 | 04:20 WIB
RUPST BBTN Setujui Pengurus Baru dan Caplok PNMIM
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2018. Ada 7 poin yang dibahas dan mendapat persetujuan pemegang saham. Apa saja?

Poin penting yang dibahas dan telah mendapat persetujuan pemegang saham, adalah laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan perseroan tahun buku 2018, penetapan penggunaan laba bersih 2018, pengambilalihan saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM) dan terakhir adalah mengenai perubahan susunan pengurus perusahaan.

"Kami akan lebih fokus pada hal-hal yang secara bisnis akan menambah pertumbuhan kinerja perseroan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan bagi pemegang saham. Oleh karena itu kami memberikan apresiasi atas persetujuan para pemegang saham kepada manajemen menjalankan bisnis BTN ke depan dengan menggunakan sebagian laba 2018 untuk pengembangan bisnis. Termasuk dalam hal ini aksi korporasi BTN untuk mengambil alih mayoritas saham PNMIM," kata Direktur Utama BTN, Maryono usai RUPST Bank BTN di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Maryono bilang, langkah perbankan pelat merah berkode emiten BBTN ini, menggenggam saham PNMIM dilakukan lewat sejumlah tahapan. Pertama, Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA) yang telah ditandatangani pada bulan April lalu.

Adapun transaksi pembelian 30% saham atau senilai Rp 114,3 miliar tersebut saat ini dalam proses permohonan persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kami harapkan OJK dapat memberikan persetujuannya pada Juni 2019 sehingga kami bisa melanjutkan tahapan selanjutnya untuk menambah kepemilikan saham hingga sekitar 85%," kata Maryono.

Maryono menambahkan, aksi korporasi BBTN mengambil alih saham PNMIM, mendapatkan sambutan yang baik dari para pemegang saham. Sesuai dengan Rencana Bisnis Bank tahun 2019-2021, perseroan berencana memiliki anak usaha di bidang manajemen investasi untuk meraup pendapatan non bunga dan persiapan pengelolaan dana pengelolaan dana Tabungan Perumahan.

Dalam RUPST menyetujui BBTN membagikan dividen sebesar 20% dari laba bersih 2018, atau sekitar Rp561,58 miliar. Nilai dividen per unit saham sebesar Rp53,029. Menurut rencana dividen akan dibagikan ke pemegang saham pada Minggu kedua Juni 2019.

Sementara 80% laba ditahan perseroan atau setara dengan Rp2,24 triliun yang akan digunakan Bank BTN untuk ekspansi kredit, penguatan modal dan pengembangan usaha perseroan.

Pemegang saham dalam RUPS juga mengapresiasi kinerja BTN tahun 2018. Kinerja Bank BTN telah berhasil tumbuh di atas rata-rata industri perbankan, misalnya dari sisi aset dan kredit.
Total aset BTN tahun 2018 mencapai Rp306,4 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp261,4 triliun. Pertumbuhan aset tersebut mencapai 17,24% atau berada diatas rata-rata industri yang tercatat 9,21% (yoy).

Sementara itu kredit dan pembiayaan yang diberikan tercatat mencapai Rp237,8 triliun, meningkat dibanding 2017 sebesar Rp198,9 triliun. Kredit dan pembiayaan ini tumbuh 19,48%. Angka tersebut jauh diatas rata-rata pertumbuhan kredit 2018 yang dicatatkan industri sebesar 11,75% (yoy).

Dengan kinerja 2018, BTN tetap optimis menghadapi 2019 dengan memasang target peningkatan aset sebesar 11%-13% yang didukung peningkatan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dengan membaiknya sektor properti, Kredit dan pembiayaan diharapkan manajemen tetap melaju dengan pertumbuhan 12%-14%, sementara DPK ditargetkan tumbuh di angka yang sama, yaitu 12%-14%.

"Kami fokus mengejar low cost fund untuk memperbesar porsi dana murah, strateginya antara lain mengejar nasabah captive dengan menggunakan produk KPR sebagai entry poin, merangkul nasabah dari generasi milenial dan mengembangkan fitur digital banking, untuk meningkatkan dana murah berbasis transaksi," kata Maryono.

Menurut Maryono, selain menyetujui Laporan Tahunan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2018, penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku 2018, RUPST Bank BTN juga memutuskan perubahan pengurus perseroan.

RUPST mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan dari semula Direktur Strategy Compliance and Risk menjadi Direktur Compliance serta mengubah Direktur Finance and Treasury menjadi Direktur Finance, Treasury and Strategy.

Di mana, Nixon LP Napitupulu merangkap jabatan sebagai Direktur Finance,Treasury & Strategy sampai ada yang menggantikan. RUPST juga memberhentikan dengan hormat anggota Dewan Komisaris, diantaranya Komisaris utama I Wayan Agus Mertayasa, dan Parman Nataatmadja, serta Maurin Sitorus. Adapun susunan pengurus Bank BTN sesuai hasil RUPST sebagai berikut.

Direksi :
Direktur Utama : Maryono
Direktur IT & Operation : Andi Nirwoto
Direktur Commercial Banking : Oni Febriarto Rahardjo
Direktur Compliance & Risk : R. Mahelan Prabantarikso
Direktur Finance and Treasury & Strategy
merangkap Direktur Collection, Aset Management : Nixon LP Napitupulu
Direktur Consumer Banking : Budi Satria
Direktur Distribution & Network : Dasuki Amsir
Direktur Strategic & Human Capital : Yossi Istanto

Komisaris :
Komisaris Utama/Independen : Asmawi Syam
Komisaris Independen : Kamaruddin Sjam
Komisaris Independen : Arie Coerniadi
Komisaris Independen : Lucky Fathul Aziz Hadibrata
Komisaris Independen : Garuda Wiko
Komisaris : Sumiyati
Komisaris : Iman Sugema
Komisaris : Eko Djoeli Heripoerwanto [ipe]

Komentar

x