Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 20:17 WIB

Wall Street Bisa Ikut Memanas Bak AS-China

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 17 Mei 2019 | 18:40 WIB
Wall Street Bisa Ikut Memanas Bak AS-China
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, New York - Indeks saham berjangka diperdagangkan lebih rendah pada Jumat (17/5/2019) karena ketegangan perdagangan antara AS dan China terus mendominasi sentimen investor.

Pada 7:05 ET, berjangka Dow Jones Industrial Average menunjukkan penurunan 105 poin di pembukaan. Futures untuk S&P 500 dan Nasdaq 100 juga turun seperti mengutip cnbc.com.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan pada hari Kamis, menurut kantor berita yang dikelola pemerintah Xinhua, bahwa AS menunjukkan "perilaku intimidasi" dengan langkah-langkah terbaru di bidang perdagangan, mencatat bahwa "disesalkan bahwa pihak AS secara sepihak meningkatkan sengketa perdagangan secara sepihak," yang mengakibatkan kemunduran negosiasi yang parah."

AS menaikkan tarif atas barang-barang Tiongkok senilai US$200 miliar minggu lalu sementara Cina membalas Senin dengan pungutan yang lebih tinggi atas produk-produk AS senilai US$60 miliar. Pergerakan itu menyebabkan aksi jual besar-besaran untuk memulai pekan ini. Tetapi indeks utama telah mengembalikan sebagian besar kerugian mereka sampai penutupan Kamis (16/5/2019).

Pemerintahan Presiden Donald Trump kemudian bergerak untuk mempersulit perusahaan AS melakukan bisnis dengan Huawei, perusahaan telekomunikasi raksasa di China. Saham pemasok AS seperti Qualcomm, Qorvo dan Micron Technology masing-masing turun 1,8%, 0,7% dan 0,5%.

Saham membukukan keuntungan yang solid pada hari Kamis, sebagian besar didorong oleh pendapatan yang kuat dari Walmart dan Cisco Systems, karena indeks utama mencatat kenaikan ketiga berturut-turut.

Di depan data Jumat, nomor sentimen konsumen akan jatuh tempo pada pukul 10 pagi waktu ET. Sementara itu, Deere diatur untuk melaporkan pendapatannya sebelum bel.

Sejumlah pidato Fed juga dijadwalkan untuk Jumat. Pada pukul 10 pagi waktu ET, Wakil Ketua Federal Reserve, Richard Clarida akan berbicara mengenai tinjauan Fed atas strategi kebijakan moneternya, diikuti oleh pidato Presiden Fed New York John Williams di New York pada pukul 11:15 ET, dan Presiden Fed Dallas Robert Kaplan. Pidato pada pukul 1:10 siang ET.

Komentar

Embed Widget
x