Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 04:51 WIB

Ini Pemicu Laba PORT Jadi Rp1,3 Miliar

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 17 Mei 2019 | 08:01 WIB
Ini Pemicu Laba PORT Jadi Rp1,3 Miliar
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) mengalami penurunan laba per 31 Maret 2019 menjadi Rp1,32 miliar dari periode yang sama 2018 sebesar Rp12,01 miliar.

Hal ini seiring dengan peningkatan beban dan beban pajak yang turut menggerus kinerja bottom line. Faktor lain karena terjadi koreksi dari pemeriksaan pajak sebelumnya yang membuat beban pajak di kuartal I tahun ini mencapai Rp9 miliar.

"Laba periode berjalan turun sekitar Rp11 miliar karena kenaikan biaya operasi dan pemeliharaan terminal serta upah gaji," kata Isenta, Direktur PORT di Jakarta, usai RUPST, Kamis (16/5/2019).

Sementara itu, perusahaan terus berupaya meningkatkan ROE dan ROA perusahaan lebih baik lagi. Sebab debt to equity perseroan masih konservatif di 0,97 x ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk perkembangan bisnis organik maupun non organik.

Saat ini rasio lancar perusahaan sampai dengan kuartal I tercatat 1,67 x yang menandakan keleluasaan perusahaan untuk membayar utang jatuh tempo dalam setahun ke depan. Sementara perolehan pendapatan pada periode ini menjadi Rp275,9 miliar dari Rp244,27 miliar.

Pendapatan terbesar berasal dari jasa stevedoring sebesar Rp162,83 miliar, storage yard sebesar Rp83,85 miliar sewa kapal, operasi terminal dan lainnya.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp240 miliar yang nantinya akan digunakan untuk pengembangan terminal peti kemas milik perseroan. Paul Krisnadi, Direktur Utama Nusantara Pelabuhan Handal, mengatakan bahwa tahun ini perseroan lebih fokus untuk melakukan pengembangan di sejumlah terminal milik perseroan di dalam dan luar negeri.

PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) didirikan tanggal 29 Desember 2003 dengan nama PT Kharisma Mutiara Agung dan mulai beroperasi secara komersial tanggal 01 Juli 2004.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Nusantara Pelabuhan Handal Tbk, yaitu: PT Episenta Utama Investasi (74,06%) dan PT Prima Permata Cakrawala (5,44%). Saham publik sebesar 25,5%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PORT adalah bergerak di bidang Stevedoring (jasa pelayanan membongkar barang dari/ke kapal, dermaga, tongkang, truk, ke dalam palka kapal dengan menggunakan derek kapal), Cargodoring (jasa pekerjaan mengeluarkan barang dari sling (extackle) dari lambung kapal di atas dermaga dan mengangkut barang dari dermaga).

Bisnis Receiving and delivery (jasa pekerjaan mengambil barang dari tempat penumpukan di gudang lini I atau lapangan penumpukan dan menyerahkan sampai tersusun di atas kendaraan Rapat di pintu darat lapangan penumpukan atau pekerjaan sebaliknya). Kegiatan usaha PORT saat ini adalah mengoperasikan dan mengembangkan terminal peti kemas dan kargo termasuk dalam melakukan design dan memasok peralatan terminal.

Pada tanggal 06 Maret 2017, PORT memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PORT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 576.858.100 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp535 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Maret 2017.

Saham PORT di Rp530 per saham pada penutupan Kamis kemarin.

Komentar

x