Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 01:33 WIB

Inilah Efek Negatif Anak Usaha GOLL Berstatus PKPU

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 16 Mei 2019 | 13:07 WIB
Inilah Efek Negatif Anak Usaha GOLL Berstatus PKPU
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Golden Plantation Tbk (GOLL) menjelaskan PT Bumi Tani Subur dan PT Nusa Palapa Gemilang telah mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) untuk anak usaha GOLL yaitu PT Bumiraya Investindo dan PT Airlangga Sawit Jaya ke Pengadilan Niaga Jakpus.

Pendaftaran PKPU telah diterima pada 15 Februari 2019 di Pengadilan Niaga Jakpus. Sejak 26 Februari 2019, anak usaha perseroan tersebut mulai menjalani proses sidang PKPU di PN Jakpus. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (16/5/2019).

Dalam proses tersebut, debigut mengajukan permohonan perpanjangan PKPU kepada majelis hakim. Pada 25 April, permohonan tersebut proses PKPU tetap selama 60 hari.

Kedua anak usaha perseroan saat ini masih beroperasi namun terbatas. Sebab status PKPU anak usaha tidak dapat mendukung ekonomi perseroan. Hal ini berdampak pada pendapatan perseran. Apalagi PT Bumraya merupakan salah satu anak usaha yang memberikan kontribusi penghasilan terbesar.

PT Golden Plantation Tbk (GOLL) didirikan tanggal 5 Desember 2007.
Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Golden Plantation Tbk adalah Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) (78,1716%). Untuk saham publik sebesar 24%.

Kegiatan bisnis GOLL adalah bergerak dalam bidang pertanian, yaitu terutama di bidang perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit.

Komentar

Embed Widget
x