Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 14:03 WIB

Bisnis Penyewaan Menara Telkomunikasi Lesu?

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 15 Mei 2019 | 15:27 WIB
Bisnis Penyewaan Menara Telkomunikasi Lesu?
(Foto: inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - Prospek bisnis menara telekomunikasi masih diselimuti awan kelabu tahun ini. Maklum perubahan teknologi dari 2G, 3G, 4G hingga 5G yang begitu cepat membuat gerah pelaku bisnis ini.

Tak ayal untuk mengikuti perkembangan teknologi yang cepat tersebut, perusahaan terus melakukan perubahan teknologi yang dipakainya, tentunya menguras kantong perusahaan.

Salah satu emiten yang bergerak dibisnis ini PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) juga merasakan nasib yang sama, mereka harus rela kehilangan 1% pendapatan mereka sepanjang tahun 2018 jadi Rp1,8 triliun yang sebelumnya Rp1,9 triliun.

Presiden Direktur SUPR Nobel Tanihaha mengatakan sepanjang 2018, industri telekomunikasi di Indonesia berkontraksi sebesar 6,4%. Untuk pertama kalinya dalam sejarah.

"Industri seluler juga mengalami penurunan sebesar 2-3% pada tahun yang sama. Oleh karena itu, para penyedia layanan telekomunikasi fokus meningkatkan kapasitas dan cakupan jaringan walaupun lebih lambat dari yang diharapkan," kata Nobel ditemui usai RUPST SUPR di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Meski dengan pertumbuhan negatif, Nobel percaya bahwa masih ada ruang bagi industri ini untuk terus tumbuh dikarenakan pengadopsian jaringan 4G LTE di Indonesia yang masih dalam tahap awal.

"Kami yakin bahwa industri seluler negeri ini akan mulai pulih pada 2019. Para penyedia layanan telekomunikasi akan memperluas cakupan jaringan di luar Pulau Jawa dan memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan di area-area perkotaan agar dapat memanfaatkan permintaan data berkecepatan tinggi yang terus bertumbuh dengan pesat," kata Nobel Tanihaha.[jat]

Komentar

x