Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 20:16 WIB

Ini Cara Cari Untung Saat IHSG Jatuh

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 15 Mei 2019 | 00:15 WIB
Ini Cara Cari Untung Saat IHSG Jatuh
(Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Bagi yang rajin mengikuti perkembangan perundingan tarif antara AS dan China tentu sudah sering menyaksikan bursa saham global tertekan karenannya. IHSG pun tak beda, walaupun ada peluang mendapatkan keuntungan saat indeks jatuh.

Isu Trade Wars, memang bukan berita baru, dan sudah muncul dan tenggelam dalam 2 tahun terakhir. Bahkan dalam beberapa minggu terakhir memang kondisi saat ini lebih panas dari biasanya.

Ketegangan tersebut juga tercermin dalam penurunan Wall Street untuk penutupan Senin (13/5/2019) yang turun semua lebih dari 2%. Namun bagi kita investor di Indonesia pertanyaan paling penting adalah apa efek dari Trade Wars ini untuk IHSG?

Menurut analis saham, Argha J Karoi Karo, karena tanpa adanya berita trade wars pun IHSG sudah terkoreksi cukup dalam karena aksi profit taking asing yang tak henti-hentinya berlangsung di BEI. Bahkan kemungkinan asing menjatuhkan IHSG ke 5.800-an supaya mereka bisa untung besar.

Sekarang jika ditambah dengan semakin panasnya Trade Wars, apakah ini artinya IHSG akan turun lebih dalam, apakah aksi jual asing akan semakin besar di IHSG jika melihat kondisi Bursa Amerika yang memburuk?

"Kita tahu koreksi di Bursa Amerika yang jauh di sana, atau Bursa Malaysia yang ada di sebelah negara kita, tidak memiliki pengaruh secara langsung untuk IHSG, kenapa kami katakan tidak memiliki pengaruh karena memang tidak ada," katanhya seperti mengutip dari creative.trader.com.

Hanya karena Dow Jones turun 2% lebih pada penutupan Senin, hari ini (Selasa/13/5/2019) saham-saham kita tidak di FORCE SELL dan dipaksa untuk Cut Loss khan ?! Atau pagi ini pihak BEI mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan investor asing jualan minimal 1 triliun hari ini, dan mengharuskan investor lokal untuk mengumpulkan dana minimal 1 triliun untuk membeli barang yang dijual oleh investor asing tersebut supaya IHSG bisa turun searah dengan indeks Dow Jones?"

Namun, BEI tidak ada kebijakan-kebijakan seperti itu, jadi tentunya tidak ada satu orang pun yang bisa mengatakan apa yang terjadi di Amerika atau China sana ada pengaruhnya secara langsung untuk IHSG.

"Tidak ada yang berubah, IHSG akan bergerak sesuai dengan keinginan investor asing, ketika mereka ingin IHSG turun, ya IHSG mereka turunkan, kalau pinginnya naik, yaa tinggal mereka naikan IHSG, se-simple itu."

Lalu apa hubungannya Trade Wars atau indeks regional, terhadap IHSG atau terhadap pergerakan investor asing dan investor lokal. Trade Wars, Brexit atau sentimen-sentimen lainnya adalah sebuah pertimbangan untuk Investor Asing dalam menjalankan aksinya di IHSG.

Karena melihat memanasnya berita Trade Wars, Asing bisa memutuskan untuk jualan, dan jualan merekalah yang menyebabkan IHSG turun. Bisa juga mereka melihat ketegangan ini sebagai peluang, dimana mereka memutuskan untuk membanting IHSG di awal perdagangan supaya harga-harga saham murah, lalu setelahnya mereka justru belanja memanfaatkan kepanikan Investor Lokal.

"Strategi yang mana yang akan mereka pilih saat ini, tentunya itu murni keputusan mereka, analisa kita, apalagi garis-garis yang kita tarik di antara candlestick tidak akan merubah fakta tersebut. Kemana IHSG bergerak adalah kewenangan investor asing untuk memutuskan, bukan kita."

Bagaimana perang tarif bisa selamatkan IHSG?
Saat ini investor asing sedang getol-getolnya melakukan profit taking di BEI. Sejak awal Mei mereka sudah menjualan lebih dari Rp5 triliun.

Dan sebagai orang yang sedang jualan, mereka butuh kondisi yang kondusif, investor lokal yang optimis IHSG akan segera naik, dan banyak hal-hal positif lainnya yang akan membuat mereka bisa profit taking dengan nyaman.

Artinya kondisi yang memanas dan Dow Jones yang terkoreksi tajam awal pekan ini, jelas bukan kondisi yang menyenangkan bagi mereka yang sedang jualan. Karena mayoritas investor lokal di BEI lebih memilih untuk melawan investor asing, artinya mayoritas dari investor lokal saat ini sedang nyangkut karena mereka belanja tetapi IHSG dan harga-harga saham terus turun.

"Dan kita tahu ketika uang kita sudah dibelikan saham, dalam kondisi nyangkut, dan sekarang keluar berita negatif maka umumnya kita akan panik, dan orang panik jelas bukan orang yang semangat untuk melakukan pembelian," jelasnya.

Dan kalau nvestior lokal takut membeli, investor asing pun tidak bisa dengan nyaman melakukan profit taking. Sebab kalau mereka mau jualan, akan sedikit yang mau membeli barang mereka, mereka yang membeli pun umumnya berharap membeli di harga diskon.

Jadi dengan menjual sedikit saja IHSG bisa terkoreksi dengan tajam. Dan sebagai tukang jualan kondisi ini jelas bukan kondisi yang menyenangkan.

Kalau mereka mau terus jualan dalam jumlah besar dalam minggu-minggu ke depan, mereka harus menangkan market terlebih dahulu. Caranya mudah setelah turun di awal, IHSG akan dibuat rebound, saham-saham yang dibuka Gap Down, pelan-pelan dibuat naik menutup Gap.

"Analis-analis sekuritas yang melihat IHSG naik akan mengatakan hal-hal yang positif dan menenangkan market. Tujuannya supaya para nasabah mereka mau tetap belanja, meskipun sudah nyangkut, dan seterusnya."

Nanti ketika kondisi sudah lebih tenang, baru mereka bisa melanjutkan aksi profit taking mereka dengan lebih tenang, di harga yang lebih baik. Kondisi seperti ini sudah terjadi puluhan kali dalam 5 tahun terakhir. Namun investor lokal tetap saja berhasil dijebak.

Namun strategi asing tidak selalu seperti itu, kondisi ini juga bisa dimanfaatkan untuk membanting IHSG sedalam mungkin. Tujuannya supaya indeks jatuh, investor lokal panik dan cut loss.

Dalam kondisi seperti itu mereka bisa melakukan aksi buy back di harga murah, membuyback barang-barang yang mereka jual di harga tinggi hanya beberapa pekan sebelumnya.

Namun kembali lagi strategi mana yang dipilih oleh asing tetap adalah keputusan mereka, kita-kita yang memutuskan untuk tidak melawan investor asing, dan memutuskan untuk menggunakan Analisa Foreign Flow tentu sedang semangat-semangatnya untuk melihat strategi apa yang akan digunakan oleh asing, untuk dapat menungganginya.

Kalau dalam waktu dekat IHSG di mark up lagi, maka kemungkinan asing sedang berusaha menenangkan investor lokal. "Jadi kita bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk trading jangka pendek."

"Sementara kalau IHSG justru dibanting turun sedalam mungkin, dan kita melihat di forum-forum saham investor lokal umumnya panik, dan marah-marah, artinya lokal mulai cut loss. Dan kita hanya tinggal menunggu di saham mana asing mulai akumulasi kembali, dan kita ikut masuk juga."

"Jadi memang untuk rekan-rekan yang sudah memahami analisa foreign flow kita hanya tinggal wait and see saja. Karena strategi apa pun yang digunakan oleh asing, sebenarnya kita bisa memperoleh keuntungan di dalamnya, dan kita juga tahu dalam kondisi panik akan selalu ada peluang di market, tentunya jika yang panik orang lain, dan kitanya tidak."

Bagi rekan-rekan yang mungkin saat ini sudah menyadari pentingnya penggunaan Analisa Foreign Flow, dan ke depan memilih untuk mengikuti pergerakan Investor Asing dan bukan melawannya. "Anda bisa mempersenjatai diri anda dengan Sistem Foreign Flow Pro yang kami ciptakan dan terus kembangkan dalam 10 tahun terakhir untuk memudahkan kita untuk mengikuti pergerakan asing, dan memanfaatkannya untuk keuntungan kita."

Komentar

Embed Widget
x