Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 05:54 WIB

Rupiah Hampir Kritis, Paling Jeblok Sejak Januari

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 14 Mei 2019 | 16:00 WIB
Rupiah Hampir Kritis, Paling Jeblok Sejak Januari
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap US$ semakin mengkhawatirkan. Lantaran pergerakan mata uang Garuda semakin mendekati level kritis, atau psikologisnya yakni Rp14.500 per US$.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Selasa (14/5/2019), rupiah semakin loyo hingga level Rp14.444 per US$. Atau mengalami pelemahan 0,57%. Kondisi ini terlemah sejak 4 Januari 2019. "Jangan sampai dibiarkan level Rp14.500 itu oleh Bank Indonesia. BI harus menjaga level ini karena ini level psikologis," kata Pengamat Pasar Uang, Fahrial Anwar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Fahrial menyebutkan, jika level Rp14.500 ditembus tentunya akan membuat guncangan bagi pelaku pasar di dalam negeri. "Karena pasar pasti akan beli dolar AS, karena melihat penguatan rupiah sudah sangat kecil," katanya.

Dia bilang, cara Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga 7 Days Repo Rate demi menstabilkan mata uang Garuda, tidak akan mujarab lagi. Lantaran, suku bunga BI yang sudah menyentuh 6% itu, sudah terlalu tinggi bagi perekonomian Indonesia.

"Kalau kenaikan suku bunga bukan lagi salah satu instrumen untuk mengendalikan nilai tukar, suku bunga kita sudah sangat relatif tinggi bagi perekonomian nasional dan saya justru berharap suku bunga kita kompetitif dengan negara-negara lain," katanya.

Dia menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah lantaran beberapa faktor salah satunya adalah derasnya aliran modal keluar atau capital outflow, akibat perang dagang antara China dan AS.

"Sekarang dana-dana yang masuk kemarin sudah mulai keluar lagi nih, bulan ini saja sudah sekitar US$4,89 miliar yang keluar dari Indonesia," kata Fahrial.

Kata Fahrial akibatnya, permintaan dollar dalam negeri meningkat dan membuat tekanan bagi mata uang rupiah melemah. "Kita lihat tadinya Rp14.300-an sekarang sudah mendekati Rp14.500-an. Saya berharap BI bisa mengantisipasi ini," katanya. [ipe]




Komentar

Embed Widget
x