Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 04:39 WIB

Capital Outflow Deras Bikin Rupiah Letoi

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 14 Mei 2019 | 15:09 WIB
Capital Outflow Deras Bikin Rupiah Letoi
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap US$ pada Selasa (14/5/2019), bergerak melemah mendekati level Rp14.500 per US$.

Pada Pukul 12;00 WIB, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), keperkasaan mata uang Garuda semakin meredup hingga berada di level Rp14.444 per US$. Atau melemah 0,57%. Angka ini terlemah sejak 4 Januari 2019.

Pengamat valas, Fahrial Anwar mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah lantaran beberapa faktor salah satunya adalah derasnya aliran modal keluar atau capital outflow.

"Sekarang dana-dana yang masuk kemarin sudah mulai keluar lagi nih, bulan ini saja sudah sekitar US$4,89 miliar yang keluar dari Indonesia," kata Fahrial di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Akibatnya, kata Fahrial, permintaan dolar AS di dalam negeri, meningkat dan membuat tekanan bagi mata uang rupiah melemah. "Kita lihat tadinya Rp14.300-an sekarang sudah mendekati Rp14.500-an. Saya berharap BI (Bank Indonesia) bisa mengantisipasi ini," katanya.

Dirinya berharap, BI bisa menjaga level psikologis rupiah diangka Rp14.500 jika tidak tentunya akan membuat sedikit pergejolakan bagi ekonomi dalam negeri. "Saya berharap itu jangan dibiarkan level Rp14.500 itu harus dijaga karena batas level psikologis. BI harus menjaganya dengan berbagai macam cara dan instrumen yang dimiliki," ucapnya.

Fahrial menjelaskan aliran modal asing yang keluar ini lantaran respons negatif para pelaku pasar atas balasan China terhadap kebijakan tarif impor AS.

Seperti diberitakan, pemerintah China akan menaikkan bea impor produk AS senilai US$60 miliar mulai 1 Juni 2019. Hal ini sebagai balasan dari kebijakan Presiden AS, Donald J Trump yang menaikan tarif impor produk China. Kondisi itu memperburuk hubungan kedua belah pihak dan efeknya juga berimbas pada mata uang negara-negara emerging market lainnya. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x