Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 20:19 WIB

Gaduh Lapkeu Garuda

BEI Persoalkan Pengalihan Hak Ekslusif Proyek Wifi

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 13 Mei 2019 | 14:09 WIB
BEI Persoalkan Pengalihan Hak Ekslusif Proyek Wifi
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait kisruh laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertanyakan hak ekslusif PT Mahata Aero Techonology (Mahata).

Sejatinya, BEI kembali melayangkan pertanyaaan kepada manajemen Garuda terkait transaksi pengalihan hak ekslusif layanan Wi-Fi kepada Mahata senilai US$241,9 juta pada laporan keuangan 2018.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pertanyaan tersebut dilakukan untuk mengambil keputusan kebijakan bursa terhadap laporan keuangan GIAA tahun 2018. "Tentunya pertanyaan kembali itu sebagai bagian dari informasi yang komprehensif yang sebelumnya dari IAPI, IAI dan GIAA. Sebelum mengambil keputusan, " kata Nyoman di Gedung BEI Jakarta Senin (13/5/2019).

Ia menjelaskan, BEI telah melayangkan pertanyaan tertulis untuk kedua kalinya kepada manajemen emiten bersandi GIAA pada 10 Mei 2019. Hal itu dilakukan setelah merasa jawaban pertama dan hasil public ekspos insidentil emiten pelat merah itu dilakukan. "Jadi kami masih tunggu sampai 3 hari setelah pertanyaan dilayangkan," kata dia.

Ia menjelaskan, pertanyaan kali ini, lebih kepada transaksi terutama bagaimana menyakinkan hak ekslusif itu dapat diakui sebagai pendapatan pada 2018, atau mestinya dilakukan secara proporsional. "Ini terkait dengan persoalan pemasangan WIFi di setiap pesawat, Misalnya di Boeing dan Airbus apakah tingkat kepraktisan bisa diterima. Nah jawaban Garuda akan kita hubungan dengan Standar Akutansi Keuangan (SAK)," kata dia. [ipe]




Komentar

Embed Widget
x