Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 22:33 WIB

PT Pelita Samudera Alami Laba Turun 15%

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 5 Mei 2019 | 18:40 WIB
PT Pelita Samudera Alami Laba Turun 15%
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) membukukan penurunan laba hingga 15% di kuartal I 2019 menjadi US$2,2 juta dari periode yang sama tahun 2018 lalu sebesar US$2,6 juta.

Sementara pendapatan bersih mencapai US$17,7 juta dari US$16,2 juta. Untuk rasio utang terhadap aset dan rasio hutang terhadap ekuitas juga lebih baik sebesar 0,23 dan 0,38 di kuartal I 2019 yang lebih rendah dari masing-masing 0,29 dan 0,48 di kuartal I 2018.

Kapasitas keuangan tetap solid dimana ekspansi armada MV didanai dari kombinasi antara kas internal dan pendanaan bank. Selain volume pengangkutan batubara dari segmen kapal tunda dan tongkang maupun segment FLF, segmen kapal MV sebagai bagian penyumbang pendapatan yang besar yang akan mempercepat laju pertumbuhan Perseroan di tahun 2019 dan tahun-tahun berikutnya, semikian mengutip keterangan perseroan akhir pekan ini.

Perseroan memulai lini bisnis baru di kapal cargo curah (Mother Vessel) di akhir kuartal I/2018. Dimana segmen MV ini telah berkontribusi sebesar 250.000 metrik ton dari total volume keseluruhan sebesar 7,8 juta metrik ton di kuartal I/2019. Total kapasitas pengangkutan MV di kuartal I/2019 sebesar 174.600 DWT dibandingkan 31,000 DWT dari kuartal I/2018, yang melakukan pengangkutan batubara dan juga bijih nikel.

Selain itu, perseroan baru saja menyelesaikan transaksi pembelian kapal MV kelashandysizesehingga sampai saat ini total kapal kargo curah yang dimiliki sebanyak 5 MV, dimana 3 MV baru mulai beroperasi di kuartal I/2019. Tarif pelanggan mengalami kenaikan untuk segmen kapal tunda dan tongkang serta Floating Loading Facility (FLF) yang berkontribusi terhadap naiknya pendapatan di kuartal I/2019 sebesar 9%.

Namun marjin laba bruto mengalami penurunan sebesar 8%. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar, upahcrewkapal serta depresiasi kapal yang sejalan dengan penambahan aset kapal sebagai bagian dari program ekspansi armada.

Sedangkan jumlah aset tidak lancar mengalami kenaikan sekitar 24% dari 31 Desember 2018 yang dikontribusikan dari pembelian 2 kapal MV kelasSupramaxyang telah mulai beroperasi di kuartal I/2019. Jumlah liabilitas juga mengalami peningkatan sekitar 33% dibandingkan Desember2018 karena adanya penarikan pinjaman jangka pendek sebesar US$ 5 juta dari Citibank Indonesia dan utang lain-lain sebesar US$8,75juta yang sebagian digunakan untuk pembelian 1 unit kapal MV kelasSupramax.

Untuk total aset mengalami kenaikan sekitar 13% dari US$ 110,11 juta di Desember 2018 menjadi US$124,96 juta di kuartal I/2019.

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) adalah penyedia solusi logistik dan transportasi laut kepada perusahaan-perusahaan pertambangan batubara di Indonesia. Perusahaan merupakan anggota IMC Group.

Para pemegang saham perseroan di atas 5% antara lain PT Indoprima Marine seperti 47,20% dan Kendilo Pte. Ltd sebesar 29,22%. Untuk saham publik sebesar 19,86%.

Pada penutupan perdagangan Jumat (3/5/2019) harga saham PSSI di Rp165 per saham dari pemukaan di Rp167 per saham.

Komentar

Embed Widget
x