Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 19:11 WIB

Gaduh Lapkeu Garuda

BEI Ingin Bantu Apa Daya Manajemen GIAA tak Serius

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 4 Mei 2019 | 02:29 WIB
BEI Ingin Bantu Apa Daya Manajemen GIAA tak Serius
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero/GIAA) yang diklaim membukukan laba bersih US$809 ribu pada 2018, berbanding terbalik dengan 2017 yang merugi US$216,58 juta.

Alasan inilah yang memicu dua komisaris Garuda yakni Chairul Tanjung dan Dony Oskaria ohah untuk mendatangani laporan keuangan 2018.

Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) pun, sudah melakukan pemanggilan atau hearing dengan emiten penerbangan pelat merah bersandi GIAA itu, Selasa (30/4/2019). Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, BEI mengaku belum menerima tanggapan tertulis dari GIAA, pasca hearing tersebut.

"Terkait Garuda, untuk obyektifitas lebih baik berikan kesempatan kepada mereka (GIAA) menyampaikan tanggapan tertulis sebagai tindak lanjut hearing kemarin," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Yetna mengaku, telah mengulik panjang lebar terkait permasalahan laporan keuangan Garuda yang menimbulkan polemik tersebut, pada saat hearing tersebut dengan menanyakan langsung kepada menajemen Garuda.

"Pertanyaan kita komprehensif dengan harapan hal tersebut dapat memberikan penjelasan mengenai nature transaksi, kontrak yang dibuat, pertimbangan pemilihan Mahata termasuk pertimbangan pengalaman dan reputasi, prosedur audit yang dilakukan oleh auditor," katanya.

"Direktur keuangan Garuda yang hadir telah menjelaskan atas concern bursa. Untuk akuntabilitas kepada public, bursa menyampaikan concern tersebut kepada perseroan dalam bentuk tertulis untuk dapat disharing kepada publik. Dengan demikian informasinya menyebar merata kepada publik, termasuk teman-teman wartawan," tambah Yetna.

Nantinya, kata Yetna, jawaban tertulis yang dibuat Garuda menjadi sangat penting, lantaran akan juga dijadikan dokumen legal yang akan mempertanggung jawabkan laporan keuangan tersebut. "Hal yang lebih penting lagi dari tanggapan tertulis tersebut adalah sebagai dokumen legal yang akan dipertanggung jawabkan sebagai bukti secara legal," katanya. [ipe]




Komentar

Embed Widget
x