Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 11:56 WIB

PT Solusi Pratama Catat Rugi Bersih Rp21,5 Miliar

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 26 April 2019 | 00:19 WIB
PT Solusi Pratama Catat Rugi Bersih Rp21,5 Miliar
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) per 31 Desember 2018 membukukan kerugian bersih sebesar Rp21,5 miliar dari periode yang sama tahun 2017 yang meraih laba Rp331 miliar.

Pada tahun 2018 lalu perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,899 triliun. Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp1,637triliun. Angka tersebut mengalami sedikit penurunan sebesar 0,5% jika dibandingkan dengan EBITDA pada tahun 2017.

Sekitar 84% pendapatan Perusahaan di tahun 2018 berasal dari empat operator telekomunikasi terbesar di Indonesia yaitu PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Hutchison 3 Indonesia, PT Telkom Grup (termasuk reseller dengan PT Telekomunikasi Selular sebagai konsumen akhir) dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Perseroan tahun lalu menanggung beban pokok pendapatan menjadi Rp478,7 miliar dari Rp438,8 miliar. Jadi laba bruto menjadi Rp1,4 triliun dari Rp1,47 triliun. Untuk laba usaha menjadi Rp166,8 miliar dari Rp160 miliar. Sementara beban lainnya menjadi Rp2,4 triliun dari Rp1,09 triliun.

Sedangkan rugi sebelum pajak mencapai 1,2 trliun dari Rp211,1 miliar. Sedangkan manfaat pajak penghasilan menjadi Rp21,5 miliar.Jadi rugi bersih menjadi Rp1,1 triliun dari Rp589,6 miliar.

Untuk total aset perseroan menjadi 11,6 triliun dari Rp12,6 triliun. Jumlah liabilitas menjadi Rp8,7 triliun dari Rp8,5 triliun. Untuk jumlah ekuitas menjadi Rp2,9 triliun dari Rp4,09 triliun.

PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) bergerak dalam bidang operasi dan penyewaan gedung menara Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi dan lainnya yang terkait. Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada bulan Maret 2008.

Saat ini, kegiatan usaha Perusahaan adalah beroperasi dan penyewaan bangunan menara BTS atau menara telekomunikasi dan fasilitas secara langsung atau melalui anak perusahaan.

Para pemegang saham perseroa antara PTT Kharisma Ekaprima sebesar Rp49,138 miliar indah 43,20%. Cahaya Anugrah Nusantara Holdings Ltd sebesar 25,51%. Juliawati Gunawan sebesar 0,03%. Pemegang saham publik sebesar 31,26%.

Komentar

x